Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Kreatif Tumbuh Signifikan, tapi Apakah Pertumbuhannya Merata?

📅 Sabtu, 09 Agu 2025, 12:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Kreatif Tumbuh Signifikan, tapi Apakah Pertumbuhannya Merata? Doc: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.
Ket. Perajin merapikan tas anyaman rotan buatannya yang dipamerkan dalam salah satu pameran di Jakarta.

PADANG - Dalam kurun waktu 11 tahun terakhir, sektor ekonomi kreatif di Indonesia mencatat pertumbuhan yang konsisten dan signifikan, mencerminkan peningkatan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. 

Data Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) menunjukkan bahwa perkembangan ini tidak hanya tercermin dari nilai tambah bruto yang meningkat, tetapi juga dari perluasan lapangan kerja, diversifikasi subsektor, dan penguatan daya saing produk kreatif di pasar global. 

Tren positif ini mengindikasikan bahwa ekonomi kreatif telah menjadi salah satu motor pertumbuhan yang semakin strategis, meskipun keberlanjutan laju tersebut akan sangat dipengaruhi oleh inovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta adaptasi terhadap dinamika teknologi dan pasar.

"Pertumbuhan ekonomi kreatif menunjukkan angka yang cukup signifikan sejak 2013 hingga 2024," kata Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif bidang Sistem Pemasaran dan Infrastruktur Septriana Tangkary di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (9/8).

Hal tersebut disampaikan Septriana Tangkary pada kuliah umum Menteri Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat (Sumbar).

Merujuk data Kementerian Ekraf, jumlah serapan tenaga kerja dari sektor ekonomi kreatif pada 2013 tercatat sebanyak 14 juta orang. Angka itu naik drastis hingga 2024 menjadi 26,47 jiwa atau naik sekitar 89 persen.

Kemudian, sektor ekonomi kreatif juga memberikan kontribusi nilai tambah sebesar 119 persen, dari awalnya Rp700 triliun pada 2013 naik menjadi Rp1.532 triliun pada 2024.

Kemudian, di periode yang sama nilai ekspor juga tercatat tumbuh positif sebesar 67 persen dari 15 miliar dolar AS naik menjadi 25,10 dolar AS.

Dalam paparannya, ia menyampaikan untuk lima tahun ke depan Kementerian Ekraf telah memetakan 15 provinsi yang ditetapkan sebagai daerah prioritas pengembangan ekonomi kreatif.

Ia menyebutkan 15 daerah itu yakni Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku dan Provinsi Papua.

Untuk memacu percepatan pengembangan ekonomi kreatif di 15 provinsi itu, Kementerian Ekraf melakukan sejumlah intervensi.

Langkah itu berupa penguatan data untuk mengukur dampak kebijakan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

Kemudian, dukungan penguatan kelembagaan serta pembangunan infrastruktur ruang kreatif yang didukung aktivasi pengembangan talenta dan inkubasi produk unggulan.

Pemilihan provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif ini dipilih oleh Bappenas dengan merujuk pada PDRB ekonomi kreatif, skor digital competitiveness index, universitas dengan program STEAM, lokasi kabupaten dan kota kreatif, indeks pembangunan kebudayaan, indeks inklusi keuangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Uzbekistan Kemas Air Mineral 5 Liter Berbentuk Dumbbell

26 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Uzbekistan Kemas Air Minera...
Nasional
BMKG: Hari Ini Berpotensi T...
Daerah
Makassar Buka Audisi Terbuk...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.