Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sleman Creative Weeks Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif

📅 Senin, 28 Sep 2026, 17:05 WIB | Oleh:
Sleman Creative Weeks Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif Doc: Dok. Pemkab Sleman

SLEMAN – Pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman terus didorong melalui kolaborasi antarpelaku kreatif dan komunitas. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Sleman Creative Weeks #6 (SCW) yang tahun ini mengangkat tema “Living Shared Culture”.

Memasuki tahun keenam, SCW mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan Sleman Creative Community melalui berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur budaya, seni, pariwisata, dan kreativitas masyarakat.

Rangkaian SCW #6 resmi dibuka Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa melalui kegiatan Sleman Kite Fest di Halaman Pondok Pesantren Gus Muwafiq, Minggir, Minggu (27/9/2026). Pembukaan ditandai dengan penerbangan layang-layang secara simbolis.

Tema “Living Shared Culture” dimaknai sebagai kebudayaan yang menjadi bagian dari kehidupan dan terus berkembang melalui interaksi serta pengalaman bersama. Konsep tersebut menjadi salah satu pendekatan dalam memperkuat ekosistem kreatif sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan seni dan budaya.

Danang mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SCW #6. Menurutnya, Sleman Kite Fest dapat menjadi ruang interaksi lintas kelompok, mulai dari anak-anak dan generasi muda hingga keluarga, komunitas, seniman, serta masyarakat umum.

“Dibalik kesederhanaan layang-layang terdapat nilai mendalam. Layang-layang mengingatkan kita pada kalimat sangkan paraning dumadi (mengenali asal-usul dan tujuan akhir dari kehidupan manusia). Layang-layang yang terbang tinggi tetapi tetap terikat benang ke bumi sebuah simbol manusia yang sukses, namun tetap eling (ingat) akan sangkan asal-usul,” ujar Danang.

Ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai hiburan bagi masyarakat. Menurutnya, berbagai kegiatan dalam SCW dapat menjadi sarana membangun pengalaman bersama sekaligus menumbuhkan kreativitas, kebersamaan, dan kepedulian terhadap ruang hidup bersama.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Edy Winarya mengatakan penyelenggaraan SCW #6 juga diarahkan untuk mendukung kegiatan yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan penguatan perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Harapan kami kedepannya ekosistem kreatif dan pariwisata terus berjalan beriringan yang mampu memberikan simbiosis mutualisme,” katanya.

Edy mengatakan kolaborasi ekonomi kreatif dan pariwisata menjadi bagian penting dalam pengembangan potensi daerah. Karena itu, SCW #6 dikemas melalui sejumlah kegiatan yang melibatkan pelaku kreatif, komunitas, seniman, hingga masyarakat.

Rangkaian kegiatan SCW #6 meliputi Sleman Kite Festival pada 27 September di Ponpes Gus Muwafiq, Minggir; Bedog Arts Fest pada 2-10 Oktober di Studio Banjarmili; Pesta Boneka pada 6-11 Oktober di Ruang Pana, Kompleks Kampoeng Media; serta Sinergi Sinema Sleman dan Sleman Film Competition yang digelar pada 27 September, 6 Oktober, dan 10 Oktober 2026.

Selain kegiatan tersebut, terdapat dua kompetisi dalam rangkaian SCW #6, yakni Sleman Film Competition dan Lomba Layang-Layang Tradisional. Seluruh rangkaian kegiatan didukung Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Semarak Festival Cinta Lingkungan di Danau Sunter

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Semarak Festival Cinta Ling...

Carrick Kecewa MU Gagal Menang, Ditahan Leeds 1-1

1.5 jam yang lalu | Andes Tanjung

Olahraga
Carrick Kecewa MU Gagal Men...

Liga Wanita Indonesia Resmi Dibuka

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Liga Wanita Indonesia Resmi...
Luar Negeri
Aktivitas Olahraga Warga Si...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.