Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LSF Tak Lagi Sensor Film dengan Pemotongan, Terapkan Sistem Klasifikasi Usia Digital

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 17:45 WIB | Oleh:
LSF Tak Lagi Sensor Film dengan Pemotongan, Terapkan Sistem Klasifikasi Usia Digital Doc: ANTARA/Sri Dewi Larasati
Ket. Ketua Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) Dr. Naswardi, MM, ME, saat ditemui di Jakarta, Kamis (7/8).

JAKARTA - Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) dalam melakukan penyensoran kini menerapkan skema proses klasifikasi usia, tidak dengan memotong atau mengaburkan langsung dari materi para sineas.

"Jadi kita tidak lagi memotong, tidak lagi blur, tidak lagi menggunting dari materi yang ada, tetapi kalau ada film yang tidak sesuai dengan kategori klasifikasi usianya," kata Ketua LSF Dr. Naswardi, MM, ME saat ditemui di Jakarta, Kamis.

Naswardi, MM, ME, menjelaskan LSF dalam proses penyensoran film menerapkan dua metode yakni meneliti dan menilai. Dalam meneliti berkaitan dengan judul, tema, dialog, monolog, teks terjemahan, visualnya berkaitan dengan adegan.

Setelah melalui proses penelitian, LSF akan melakukan penilaian terhadap film yang masuk dengan menyesuaikan klasifikasi mencakup kategori Semua Umur (SU), 13+, Dewasa 17+ dan 21+.

"Misalnya filmnya untuk semua umur, tapi ada adegan kekerasannya. Maka kita memberikan catatan kepada pemilik untuk diperbaiki sesuai dengan kriteria untuk kategori semua umur," imbuh dia.

Naswardi mengatakan dalam pemilihan klasifikasi usia untuk suatu film dilakukan dari pihak pemilik film atau para sineas, sedangkan pihak LSF lebih dominan untuk menyesuaikan proses klasifikasi usia yang telah dipilih para sineas untuk filmnya.

Jika pemilik film, telah menentukan klasifikasi usia tertentu yang diinginkan, mereka umumnya akan menyesuaikan berbagai aspek film, seperti adegan, dialog, tema, hingga judul.

"Kalau pemilik sudah punya gambaran perencanaan klasifikasi usianya dan banyak yang melakukan penyesuaian. Tetapi kalau pemilik tidak mau disesuaikan dari sisi adegan, tema, judul, maka dia akan memilih klasifikasi usia yang sesuai, yang ditetapkan oleh LSF," jelas dia.

Lebih lanjut, Naswardi menambahkan kini LSF dalam proses penyensoran film tidak langsung memotong adegan karena materinya sudah dalam bentuk digital.

"Kalau dulu bentuknya pita solenoid, sehingga LSF potong kemudian digabungkan. Tetapi dengan materi yang saat ini berbasis digital tidak mungkin lagi ada pemotongan dan penyuntingan, yang ada klasifikasi usia," kata Naswardi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Persiapan Asian Games, Voli Putra Pemanasan di Kamboja

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persiapan Asian Games, Voli...
Daerah
BPBD Menyebut Asap Karhutla...
Daerah
20.500 Narapidana di Jabar ...
Daerah
Program Zero Waste to Money...
Megapolitan
Bupati Banyumas Pastikan Bu...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.