Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KEK Dinilai Masih Loyo, Airlangga: Kalau Mau RI Maju, Investasi Harus Ngebut!

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 17:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
KEK Dinilai Masih Loyo, Airlangga: Kalau Mau RI Maju, Investasi Harus Ngebut! Doc: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra.
Ket. Foto udara suasana salah satu lokasi industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025).

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya peningkatan realisasi investasi di seluruh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai langkah krusial dalam mendorong transformasi Indonesia menuju negara industri. 

Dia menilai bahwa KEK memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pertumbuhan industri pengolahan dalam negeri.

Airlangga menyebutkan, untuk mencapai status sebagai negara industri, kontribusi sektor industri pengolahan terhadap produk domestik bruto (PDB) harus menembus angka di atas 20 persen secara konsisten. 

Saat ini, kontribusi tersebut masih fluktuatif dan perlu didorong lebih agresif melalui optimalisasi peran badan usaha pembangun dan pengelola (BUPP) KEK dalam menarik dan merealisasikan investasi berkualitas.

Lebih lanjut, dia menekankan akselerasi pembangunan infrastruktur, kepastian regulasi, serta kemudahan berusaha di KEK menjadi faktor penentu dalam meningkatkan daya saing kawasan tersebut. 

Tanpa lompatan signifikan di sektor industri, Airlangga mengingatkan, Indonesia berisiko terjebak dalam middle income trap dan kehilangan momentum demografi.

"Salah satu capaian investasi yang meningkat adalah di kawasan ekonomi khusus (KEK), dan dari segi produksi kita lihat bahwa industri pengolahan itu kontribusinya 18,67 persen. Nah, kita baru masuk menjadi negara industri kalau kontribusi dari industrinya di atas 20 persen. Jadi, ini target kepada seluruh BUPP KEK untuk mendorong investasi dan meningkatkan kontribusi sektor industri pengolahan kepada PDB," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/8).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 tercatat 5,12 persen (yoy). Salah satu pennyumbangnya yakni komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang naik 6,99 persen (yoy).

Menurut Airlangga, yang juga merupakan Ketua Dewan Nasional KEK, keberadaan KEK, kawasan industri (KI), dan investasi yang masuk akan dapat mempertahankan kinerja baik pertumbuhan ekonomi pada suatu wilayah.

Seperti halnya pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi yang secara regional lebih tinggi dari rata-rata nasional dengan adanya kawasan industri seperti di Morowali dan Bantaeng.

Lebih lanjut, dalam rapat terbatas yang digelar pada 22 Juli 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto secara langsung telah memberi arahan kepada para pimpinan BUPP KEK untuk mendorong percepatan realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja di masing-masing KEK.

Secara khusus, Prabowo juga menginstruksikan percepatan pengembangan KEK, khususnya KEK pendidikan digital dan medis.

"Tentu, yang menjadi catatan yakni KEK yang diharapkan bisa menjadi cikal-bakal atau prototipe kesehatan, jadi sangat didorong yaitu KEK Batam dengan Rumah Sakit Apollo. Karena itu akan menjadi game changer terhadap industri kesehatan, terutama untuk bersaing dengan Singapura dan Penang di Malaysia. Dari situ, seluruh kedokteran dan kesehatan internasional semua akan bisa masuk, dan kalau tidak salah itu kan dikerjasamakan juga dengan rumah sakit BP Batam yang existing," ujar Menko.

"Untuk menarik investasi, biasanya mereka minta first class hospital, kemudian keberadaan direct flight dari internasional ke Bandara Hang Nadim Batam, dan juga pelabuhan harus diperbagus di KEK Tanjung Kelayang," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.