Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Guru Besar Tekankan Aceh Harus Wujudkan Kemandirian

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Guru Besar Tekankan Aceh Harus Wujudkan Kemandirian Doc: Antara
Ket. Guru Besar Bidang Ilmu Manajamen Fakultas Ekonomi USK Banda Aceh, Prof Mukhlis Yunus.

Banda Aceh - Guru Besar Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Prof Mukhlis Yunus mengingatkan, Aceh harus lebih mandiri secara ekonomi setelah perjalanan 20 tahun perdamaian, dan tidak lagi bergantung dari dana otonomi khusus (otsus).

"Aceh harus mengurangi ketergantungan pada dana otsus yang bakal berakhir pada 2027, dan harus mulai mengembangkan ekonomi yang mandiri," kata Prof Mukhlis Yunus, di Banda Aceh, Selasa, (5/8).

Tepat 15 Agustus 2025, Aceh telah mencapai 20 tahun perdamaian pascakonflik berkepanjangan. Perdamaian ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di Helsinki Finlandia pada 15 Agustus 2005.

Pascadamai, Aceh mendapatkan dana otsus sejak 2008 hingga 2027 nanti, besaran awal (2008-2022) sebanyak dua persen dari DAU nasional, dan kini (2023-2027) tinggal satu persen dari DAU nasional. Sejauh ini, Aceh sudah menerima sekitar Rp116,6 triliun.

Menurut Prof Mukhlis, dalam rangka peningkatan ekonomi setelah 20 tahun damai agar tidak lagi bergantung pada otsus, maka dalam hal ini Pemerintah Aceh harus melakukan beberapa langkah penting.

Pertama, meningkatkan investasi dalam pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja.

"Fokus pada pengembangan pendidikan yang berbasis pada kebutuhan industri dan masyarakat," ujarnya.

Kemudian, lanjut Prof Mukhlis, pemberdayaan ekonomi lokal. Di mana, perlu mengembangkan ekonomi berbasis masyarakat, seperti industri kreatif, pertanian, dan pariwisata, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Seperti, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lalu, memperkuat tata kelola pemerintahan dan memperketat pengawasan terhadap praktik korupsi guna meningkatkan efektivitas pemerintahan, sehingga mampu membangun kepercayaan masyarakat.

"Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam dan keuangan daerah," katanya.

Selanjutnya, mengembangkan potensi pariwisata Aceh, seperti keindahan alam dan budaya untuk meningkatkan pendapatan daerah dan mempromosikan budaya Aceh.

"Salah satu yang bisa dilakukan adalah meningkatkan infrastruktur pariwisata dan promosi yang kuat guna menarik wisatawan berkunjung ke Aceh," ujar Prof Mukhlis.

Lalu, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan menguntungkan masyarakat lokal. Misalnya, meningkatkan kontribusi sektor energi terhadap perekonomian lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PBB Peringatkan Dampak Luas Krisis Energi Kuba

45 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
PBB Peringatkan Dampak Luas...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.