Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR: Tidak Ada 'Money Rush' Terkait Pemblokiran

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 01:23 WIB | Oleh:
DPR: Tidak Ada 'Money Rush' Terkait Pemblokiran Doc: Humas DPR RI
Ket. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun

JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun menanggapi pemblokiran rekening pasif oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Ia memastikan tidak akan terjadi fenomena penarikan uang massal, meskipun kebijakan PPATK tersebut telah merugikan masyarakat luas.

"Tidak terjadi penarikan yang seperti itu, tidak akan terjadi money rush. Bank masih menjadi sebagai lembaga yang dipercaya oleh masyarakat," kata Misbakhun kepada wartawan, pada Selasa (5/8).

Misbakhun juga meminta PPATK lebih berhati-hati lagi dalam mengambil kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Menurutnya, upaya memberantas judi online dapat dilakukan lebih baik lagi, serta tidak merugikan masyarakat.

"Untuk tempat penyimpanan uang yang paling aman. Ada situasi seperti itu, penarikan uang ya terjadi, tapi kan masyarakat masih sangat percaya sama bank," ucap dia.

Misbakhun menambahkan, pihaknya juga mengapresiasi respon cepat Presiden Prabowo yang langsung memanggil Ketua PPATK.

Menurut dia, pembukaan blokir rekening masyarakat tersebut sudah tepat, untuk menjamin hak masyarakat dalam perbankan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai Apple bukan utk diperbaiki, rusak buang, ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.