Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PT KAI Berhasil Pangkas 10.000 Ton Emisi Karbon Berkat Penggunaan Bahan Bakar B50

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 14:30 WIB | Oleh:
PT KAI Berhasil Pangkas 10.000 Ton Emisi Karbon Berkat Penggunaan Bahan Bakar B50 Doc: RRI/Danang Sundoro

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memangkas 10.000 ton emisi karbon selama dua bulan memakai bahan bakar B50. Penggunaan bahan bakar campuran minyak sawit tersebut resmi dimulai sejak 1 Juli 2026 lalu.

Capaian pemangkasan gas buang tersebut dihasilkan melalui penerapan biosolar pada seluruh armada lokomotif penarik rangkaian kereta. Kajian teknis menunjukkan bahwa perjalanan satu rangkaian kereta api mampu menggantikan emisi ratusan unit kendaraan pribadi.

Vice President (VP) Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, memaparkan efisiensi bahan bakar nabati. Satu perjalanan rangkaian kereta api bahkan setara dengan penghematan emisi gas buang 500 unit sepeda motor.

"Saya rasa yang penting di situ adalah bahwa selama 2 bulan, kita sudah bisa mengurangi 9.000 sampai 10.000 ton tadi, hanya dalam 2 bulan. Jadi dalam satu trainset itu, di dalam itu bisa 1.000 sampai 1.200 seat ya, dengan kilogram karbon per kilometernya itu hanya 45.900. Kalau misalkan mobil, itu dengan satu trainset itu seperti kalau dibandingin itu 160 private car. Karena dalam satu private car itu bisa menghasilkan 115.000 gram CO2," ujar Anne saat memaparkan efisiensi energi di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta, pada 15 September lalu.

Tingkat keluaran karbon armada rel terbukti jauh lebih rendah dibandingkan gabungan emisi ratusan unit mobil pribadi. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, turut menyoroti keunggulan karakteristik bahan bakar nabati B50.

"Dan kalau tadi dilihat dengan gambar B50 itu lebih bening, lebih jernih, itu menunjukkan bagaimana BBM ini terhadap lingkungan, itu satu. Yang kedua, bagaimana kemudian BBM ini tidak menyebabkan polusi. Nah, di satu sisi ini energi terbarukan, bisa ditanam itu kelapa sawitnya," kata Roberth saat menerangkan kualitas bahan bakar di Wisma Tugu, kawasan Kuningan, Jakarta pada 22 September lalu.

Pemanfaatan minyak nabati sebagai energi terbarukan terus dibudidayakan secara berkelanjutan melalui sektor perkebunan kelapa sawit. Ketersediaan pasokan nabati yang terjamin menjadi fondasi kuat dalam melepaskan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo, memaparkan operasional sarana. Pengukuran dekarbonisasi sektor perkeretaapian dilakukan melalui penghitungan konsumsi bahan bakar serta fasilitas pendukung sarana lainnya.

"Kita ngitungnya itu per lokomotif sama per kereta api pembangkit," ucap Franoto saat menjelaskan teknis pencatatan emisi di Stasiun Cikini, Jakarta, Rabu (23/9).

Penyaluran pasokan bahan bakar nabati menuju dipo perawatan kereta api dilakukan secara terjadwal setiap hari. Armada truk tangki Pertamina mendistribusikan minyak biosolar langsung menuju tangki penyimpanan utama kawasan Dipo Cipinang.

Pencantuman informasi jejak karbon pada tiket juga bertujuan mengedukasi seluruh masyarakat agar bersedia meninggalkan kendaraan pribadi. Penumpang dapat mengetahui secara transparan kontribusi perjalanan mereka dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK).

Penurunan puluhan ribu ton karbon membuktikan keunggulan kereta api sebagai transportasi massal rendah emisi nasional. KAI terus mengembangkan ekosistem transportasi ramah lingkungan guna menyongsong target operasional bebas emisi tahun 2060. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Megapolitan
Tangsel Otozone Jadi Sarana...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.