Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aneh, Harga Beras Global Turun, Tapi di RI Naik

📅 Minggu, 03 Agu 2025, 11:42 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Aneh, Harga Beras Global Turun, Tapi di RI Naik Doc: istimewa
Ket. Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti

JAKARTA-Harga beras di dalam negeri mengalami anomali. Sebab, harga beras di tingkat global turun tetapi di dalam negeri justru mengalami kenaikan, bahkan memicu inflasi pangan Juli 2025.

Hal itu termuat dalam laporan Intitute for Development of Economics and Finance (Indef) yang dirilis pada 3 Agustus 2025 terkait Monitoring Issue of Food, Energy and Sustainable Development pada Juli 2025.

Dalam laporan berjudul, kesenjangan harga dan disfungsi tata niaga perberasan menyebabkan inflasi dan ketidakstabilan pasar ditegaskan bahwa meskipun harga beras global mengalami koreksi tajam karena panen besar dan pemulihan ekspor, harga beras domestik justru meningkat, memicu inflasi pangan Juli 2025. 

"Beras menjadi kontributor utama inflasi dengan kontribusi 0,06 persen terhadap inflasi umum,"sebut Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti pada Koran Jakarta, Minggu (3/8).

Esther yang merupakan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu menjelaskan, skandal beras oplosan memperburuk situasi, mencerminkan lemahnya pengawasan mutu dan distribusi pangan, dengan 79 persen merek beras yang diuji tidak memenuhi standar mutu. "Dampaknya, terjadi erosi kepercayaan pasar, distorsi distribusi publik, dan ketimpangan harga antarwilayah,"ujarnya.

Respons Pemerintah menurutnya belum menyentuh akar masalah dan bahkan penyeragaman harga beras berisiko tambah distorsi. Pemerintah merespons secara cepat melalui pemeriksaan mutu, distribusi stok Bulog, dan penegakan hukum. Namun, rencana kebijakan penyeragaman harga dan mutu (satu HET nasional) berpotensi menimbulkan disinsentif peningkatan mutu, kesenjangan distribusi, dan tekanan bagi pelaku kecil. 

Dia menekankan, diperlukan reformasi struktural berupa penguatan sistem mutu nasional, skema harga berbasis zonasi, dan kebijakan transisi bertahap untuk menciptakan pasar beras yang adil, efisien, dan tahan terhadap manipulasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.