Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Esther Indef Tegaskan, Tanpa Insentif Proyek Green Energy Sulit Jalan!

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 20:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Esther Indef Tegaskan, Tanpa Insentif Proyek Green Energy Sulit Jalan! Doc: istimewa
Ket. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti

JAKARTA-Pemerintah harus menyiapkan insentif bagi proyek proyek green energy. Sebab, proyek tersebut menelan biaya tak sedikit. Pemberian fasilitas untuk menarik minat pasar, sehingga investor tergerak untuk menanamkan modalnya.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti mengatakan, project-project green energy transition memang harus didorong, mengingat pembangunan tidak hanya harus berdampak pada ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan. "Artinya pembangunan memang tidak boleh menyisakan kerusakan lingkungan,"ucap Esther pada Koran Jakarta,Jumat (1/8).

Namun lanjut dia, untuk melakukan investasi green energy ini tidak mudah, butuh teknologi dan biaya investasi yang relatif besar. Untuk bisa mendorong ke sana perlu diberikan insentif fiskal. Tidak hanya itu, marketnya juga harus dijamin ada. 

Menurut dia, kalau dibuat daftar negatif untuk brown energy takutnya pelaku industri belum bisa migrasi ke green energy malah tidak ada investasi yang jalan.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira menegaskan penting yakni peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) selaku super holding bank-bank BUMN, seperti Bank Mandiri, BNI, BRI.

Menurut Bhima, Danantara seharusnya melakukan uji kelayakan yang mengintegrasikan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) untuk proyek-proyek yang akan didanai, menyusul masih adanya proyek fosil yang masuk daftar rencana investasinya. Apalagi, Danantara bergabung dalam International Forum of Sovereign Wealth Fund (IFSWF) yang menerapkan Santiago Principles.

Prinsip ini bertujuan untuk memastikan bahwa SWF dikelola dengan transparansi, akuntabilitas, dan prinsip tata kelola yang baik, dengan tujuan untuk menjaga dan memaksimalkan nilai aset negara untuk jangka panjang.

“Dengan telah bergabung dengan IFSWF dan dana kelolaan yang besar seharusnya ada taksonomi berkelanjutan dan mempunyai tekanan yang tepat kepada BUMN untuk investasi dan pendanaan kepada energi terbarukan,” Bhima menegaskan.

Diketahui, perbankan Indonesia dinilai tertinggal dalam mendukung komitmen iklim dengan masih mendukung pembiayaan di sektor batu bara. Bagaimana tidak, di tengah semakin nyatanya dampak krisis iklim, perbankan nasional tercatat telah mengucurkan pinjaman hingga 7,2 miliar dollar AS ke perusahaan batu bara pada 2021-2024 

"Lemahnya komitmen pemerintah mendorong transisi energi membuat sektor batu bara masih dianggap menguntungkan, sehingga lembaga keuangan terus mengalirkan dana ke sektor ini,"tegasnya.

Laporan terbaru Koalisi #BersihkanBankmu “Mendanai Krisis Iklim: Bagaimana Perbankandi Indonesia Mendukung Pembiayaan Batu Bara” mengungkap, dari total 7,2 miliar dollae AS, lima bank besar nasional menjadi pemberi pinjaman terbesar ke sektor batu bara yang mencapai 5,6 miliar dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kebayoran...
Ekonomi
 Petani Gunakan Plastik Mul...

Erdogan Minta Hak Veto DK PBB Dihapus Total

48 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Erdogan Minta Hak Veto DK P...
Luar Negeri
Kenapa Indonesia Berharap C...
Luar Negeri
Uni Eropa Buru-Buru Tambah ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.