Maluku Utara Sebaiknya Tunda Pelayaran Hingga 6 Agustus Ada Belokan Angin Akibatkan Gelombang 1,5 Meter
📅 Kamis, 31 Jul 2025, 14:38 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ant
JAKARTA – Mulai hari ini, 31 Juli hingga 6 Agustus masyarakat Maluku Utara, dianjurkan sebaiknya tunda pelayaran karena ada belokan angin dan konvergensi. Hal ini bisa mengakibatkan dampak pelayaran Maluku Utara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah perairan Maluku Utara untuk periode 31 Juli hingga 6 Agustus 2025.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ternate, Sakimin, dalam siaran persnya di Ternate, Kamis, menyatakan dinamika atmosfer di wilayah Maluku Utara menunjukkan adanya pola belokan angin dan konvergensi. Hal ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan, sehingga mempengaruhi aktivitas pelayaran di sejumlah wilayah perairan Maluku Utara.
Hal ini dipicu adanya angin bertiup dari arah tenggara-barat dengan kecepatan 40 km per jam dengan gelombang laut 1,5 meter di sebagian wilayah Maluku Utara. Akibat kondisi tersebut, lanjutnya, wilayah Maluku Utara diprakirakan akan mengalami cuaca berawan disertai hujan dengan intensitas ringan hingga sedang secara fluktuatif yang dapat terjadi pada pagi, siang, malam, hingga dini hari.
Sakimin menjelaskan pihaknya memprediksi 31 Juli–1 Agustus berpotensi hujan ringan hingga sedang dan diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Barat, Tidore Kepulauan, dan Halmahera Timur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Begitu pula pada 2 – 3 Agustus cuaca serupa diperkirakan meluas ke wilayah Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, serta Kepulauan Sula, selain daerah-daerah yang disebut sebelumnya.
Kemudian pada 4 – 6 Agustus terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di wilayah Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Kota Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.
Oleh karena itu BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak dari cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang, dan terganggunya jarak pandang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah daerah diminta memastikan kesiapan infrastruktur serta sistem tata kelola sumber daya air guna mengantisipasi peningkatan curah hujan. BMKG juga mengimbau kepada BPBD, Balai Wilayah Sungai Maluku Utara, dan Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku Utara, agar menghindarkan masyarakat dan arus lalu lintas dari zona-zona rawan bencana.
"Masyarakat juga diimbau untuk mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai menerapkan langkah-langkah pengurangan risiko, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan gotong royong untuk penataan lingkungan," ujarnya.
BMKG mengingatkan agar seluruh pihak tetap mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate untuk pembaruan cuaca terkini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!