Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekjen PBB: Kelaparan Tak Boleh Jadi Senjata Perang

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 02:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB: Kelaparan Tak Boleh Jadi Senjata Perang Doc: Antonio Guterres
Ket. Antonio Guterres

ADDIS ABABA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, pada Senin (28/7) mendesak masyarakat internasional untuk menolak kelaparan sebagai senjata perang.

Badan-badan PBB sebelumnya telah mengeluarkan peringatan kelaparan yang mengancam jiwa di Gaza karena persediaan bantuan menipis dan tekanan internasional meningkat untuk gencatan senjata guna memungkinkan operasi bantuan besar-besaran.

"Perubahan iklim mengganggu panen, rantai pasokan, dan bantuan kemanusiaan. Konflik terus menyebarkan kelaparan dari Gaza ke Sudan dan sekitarnya," ujar Sekjen Guterres dalam telekonferensi PBB di Ethiopia.

"Kelaparan memicu ketidakstabilan dan merusak perdamaian. Kita tidak boleh menerima kelaparan sebagai senjata perang," imbuh dia.

Sementara itu direktur regional badan migrasi IOM PBB, Othman Belbeisi, pekan lalu menyatakan Sudan sebagai negara dengan bencana kemanusiaan terbesar yang dihadapi dunia dan juga yang paling tidak diingat.

Sejak April 2023, Sudan terpuruk setelah terpecah belah oleh perebutan kekuasaan antara panglima militer Abdel Fattah al-Burhan dan komandan Mohamed Hamdan Daglo dari pasukan paramiliter saingannya, Pasukan Dukungan Cepat.

Pertempuran ini telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan lebih dari tujuh juta orang mengungsi. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.