Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konflik dengan Iran, Ekspor Minyak Gas AS Tetap Normal

📅 Jumat, 20 Mar 2026, 15:21 WIB | Oleh:
Konflik dengan Iran, Ekspor Minyak Gas AS Tetap Normal Doc: AFP

WASHINGTON DC - Pemerintahan Trump tidak berencana memberlakukan pembatasan ekspor minyak dan gas untuk mengendalikan harga di tengah serangan militer melawan Iran, kata Menteri Energi AS Chris Wright pada Kamis.

"Agar jelas, pemerintahan Trump tidak memiliki rencana untuk menerapkan pembatasan ekspor minyak dan gas," tulis Wright di X.

Wright juga memuji Presiden Donald Trump, dan menyebut kebijakan-kebijakannya telah menjadikan AS sebagai produsen minyak dan gas alam terkemuka di dunia.

Eskalasi perang melawan Iran telah menyebabkan terhentinya lalu lintas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, dan juga telah mempengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.

Sebagai bagian dari upaya untuk menekan harga energi, AS menyetujui pelepasan 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis selama periode empat bulan dan mencabut pembatasan terhadap minyak Russia yang terperangkap di laut.

Sebagaimana diwartakan, para eksekutif perusahaan minyak mengingatkan Gedung Putih bahwa penutupan Selat Hormuz, yang berdampak pada penghentian pengiriman, bisa semakin membuat harga minyak global semakin naik, ungkap laporan The Wall Street Journal yang disiarkan pada Minggu (15/3).

CEO ExxonMobil Darren Woods, CEO Chevron Mike Wirth, dan CEO ConocoPhillips Ryan Lance mengatakan gangguan lalu lintas pengiriman akan terus menciptakan ketidakstabilan di pasar energi global.

Gedung Putih sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk menurunkan harga minyak dunia, termasuk melonggarkan sanksi minyak terhadap Russia, melepas sscara besar-besaran cadangan energi darurat, menghapus batasan pengiriman minyak mentah antar-pelabuhan Amerika, serta meningkatkan pengiriman minyak Venezuela, kata seorang pejabat Gedung Putih.

Selama dua pekan terakhir, para pejabat Amerika telah berdiskusi dengan Exxon dan ConocoPhillips mengenai investasi miliaran dolar di sektor minyak Venezuela, kata surat kabar itu.

Namun demikian, banyak pihak di industri minyak khawatir bahwa langkah tersebut tidak dapat membantu menyelesaikan krisis secara signifikan, dengan alasan bahwa satu-satunya solusi nyata adalah membuka kembali Selat Hormuz. Ant/Sputnik/RIA Novosti

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Nasional
Mentan: Stok Beras Lebih da...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.