Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Enam Orang Tewas dalam Insiden Desak-desakan di Kuil Hindu India

📅 Senin, 28 Jul 2025, 01:32 WIB | Oleh:
Enam Orang Tewas dalam Insiden Desak-desakan di Kuil Hindu India Doc: Istimewa
Ket. Seorang korban luka dibawa ke rumah sakit di Haridwar, India, Minggu (27/7). Kabel listrik dilaporkan putus dan jatuh menimpa sebagian kerumunan, memicu kepanikan di kalangan jamaah.

HARIDWAR - Setidaknya enam orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam insiden desak-desakan setelah kerumunan besar berkumpul di sebuah kuil Hindu populer di negara bagian Uttarakhand, India utara, Minggu (27/7).

Dari Al Jazeera, iíInsiden di Kuil Mansa Devi di kota Haridwar terjadi setelah kabel listrik bertegangan tinggi dilaporkan jatuh di jalan setapak kuil, memicu kepanikan di antara kerumunan besar umat.

"Pemandangan kabel yang jatuh itu langsung menimbulkan kepanikan, dan upaya penyelamatan yang putus asa pun menyebabkan kerumunan orang," ujar pejabat polisi setempat, Ritesh Saha, kepada surat kabar The Times of India.

Vinay Shankar Pandey, seorang pejabat senior pemerintah di Uttarakhand, mengonfirmasi kematian tersebut. Pihak rumah sakit mengatakan satu orang tersengat listrik, sementara yang lain tewas dalam desak-desakan tersebut, demikian laporan media India.

Polisi dan layanan darurat segera tiba di lokasi kejadian setelah insiden dan melancarkan operasi penyelamatan. Hampir 35 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit terdekat, kata para pejabat.

"Situasinya sekarang terkendali," kata Pandey kepada kantor berita The Associated Press melalui telepon dari Haridwar. "Namun, kepanikan itu berujung pada konsekuensi yang tragis."

Pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab runtuhnya kabel listrik di atas kepala dan apakah protokol pengelolaan kerumunan yang tepat telah diterapkan. Kota kuil ini menarik jutaan pengunjung setiap tahun.

"Sangat menyedihkan menerima berita tentang penyerbuan di rute menuju Kuil Mansa Devi di Haridwar," tulis Kepala Menteri Uttarakhand, Pushkar Singh Dhami, di X.

Lonjakan massa pada acara keagamaan bukanlah hal yang aneh di India, di mana kelompok besar sering berkumpul di kuil atau tempat ziarah, terkadang membuat infrastruktur dan tindakan pengamanan setempat kewalahan.

Pada bulan Juni, lonjakan massa yang tiba-tiba di sebuah festival Hindu di negara bagian pesisir Odisha memicu desak-desakan yang menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai beberapa lainnya. Bulan sebelumnya, enam orang tewas terinjak-injak di negara bagian Goa bagian barat setelah ribuan orang berkumpul untuk ritual berjalan di atas api yang populer.

Pada bulan Januari, sedikitnya 30 orang tewas dalam desak-desakan dini hari di Kumbh Mela, sebuah festival besar Hindu di distrik Prayagraj, negara bagian Uttar Pradesh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kj cup 26

Pemain Bertahan Ceko Direkrut PSIM Yogyakarta

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Bertahan Ceko Direkr...

Piala Presiden Menjadi Ajang Antara Membentuk Skuad Persebaya

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Presiden Menjadi Ajan...

Sisi Wisata Kesehatan Belum Digarap Serius  

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Sisi Wisata Kesehatan Belum...

Indonesia Masih Kekurangan Tenaga untuk Sektor Pariwisata

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Indonesia Masih Kekurangan ...

Jangan Tercekok Hujan Ringan, Kemarau Masih Panjang

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Jangan Tercekok Hujan Ringa...
Luar Negeri
Hari Ini 60 Negara Mitra Am...

Penyaluran KUR NTT Perlu Digenjot Lagi

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Penyaluran KUR NTT Perlu Di...
Ada Demo di Empat Titik Kawasan Jakpus, Polisi Siagakan 687 Personel Gabungan

Ada Demo di Empat Titik Kawasan Jakpus, Polisi Siagakan 687 Personel Gabungan

24 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.