Kebergantungan Impor dan Alih Fungsi Lahan Hambat RI Swasembada Pangan
📅 Kamis, 24 Jul 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiIndonesia memang belum sampai pada titik swasembada penuh, namun langkah-langkah positif telah terlihat dan menunjukkan arah kebijakan yang lebih produktif dan adaptif. Dengan peningkatan investasi di sektor pertanian, dukungan terhadap riset dan pengembangan varietas unggul, serta percepatan digitalisasi pertanian, bukan mustahil dalam waktu ke depan Indonesia akan menjadi negara dengan ketahanan pangan yang kokoh dan mandiri.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, Tri Haryanto, mengatakan, pentingnya ketersediaan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau sebagai prasyarat utama bagi ketahanan pangan Indonesia.
Meskipun indeks ketahanan pangan Indonesia menunjukkan tren membaik, dia menyoroti masih ada 4,5 persen penduduk mengalami kerawanan pangan sedang hingga berat.
“Sementara nilai prevalensi kurang gizi masih tinggi 8,5 persen. Jadi ketahanan bukan hanya soal ketersediaan, tapi juga akses pangan bergizi, yang aman untuk kehidupan sehat dan produktif. Meskipun indeks ketahanan pangan Indonesiacenderung meningkat, ada indikator yang perlu diperhatikan serius untuk memperbaiki capaian ketahanan pangan ke depan yaitu ketersediaan, aspek keberlanjutan dan adaptasi,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!