Sudah Beroperasi Selama 107 Tahun, Manggarai Jadi Stasiun Tersibuk Se-Indonesia
📅 Rabu, 23 Jul 2025, 23:29 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: RRI/Danang Sundoro
JAKARTA - Stasiun Manggarai berfungsi sebagai simpul utama layanan kereta api commuter (KRL) di Jakarta. Dapat dikatakan stasiun yang berlokasi di Jakarta Selatan ini menjadi yang tersibuk di seluruh Indonesia.
Stasiun Manggarai mulai beroperasi sejak 1 Mei 1918 atau 107 tahun lalu. Bangunan asli stasiun ini merupakan hasil rancangan Ir. J. van Gendt, yang kini terdaftar sebagai cagar budaya nasional.
Setelah pemugaran besar-besaran sejak 2022, Stasiun Manggarai kini memiliki dua lantai dengan 12 jalur aktif. Selain untuk KRL, jalur-jalur tersebut juga digunakan untuk KA Bandara serta perlintasan kereta jarak jauh.
Stasiun Manggarai melayani 739 perjalanan kereta api setiap harinya. Mayoritas terdiri dari KRL commuter sebanyak 704 perjalanan, serta 35 perjalanan kereta api jarak jauh.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, mengatakan pengembangan Stasiun Manggarai bertujuan untuk menjadikannya sebagai stasiun sentral modern.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini juga merupakan salah satu proses perubahan budaya dalam menggunakan KRL commuter," ujar dia, Rabu (23/7).
Khusus untuk pengguna KRL commuter, Joni mengatakan mereka kini memiliki lebih banyak opsi. "Mereka juga jadi lebih leluasa menjangkau moda transportasi lain yang terintegrasi untuk mengefisienkan perjalanan," ucap dia.
Joni mengatakan jumlah penumpang transit pada 2024 mencapai 57,9 juta. Ini berarti peningkatan 11 persen dibandingkan pada 2023 dan 43 persen dibandingkan pada 2022.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lalu lintas penumpang tertinggi terjadi pada pukul 06.00–09.00 dan 16.00–19.00 WIB setiap hari kerja. "Jam sibuk pagi dan sore masih menjadi waktu puncak pergerakan penumpang," ungkap dia.
Lokasi stasiun yang strategis memudahkan konektivitas masyarakat ke berbagai moda transportasi. Selain terintegrasi langsung dengan TransJakarta, juga tersedia titik jemput angkutan online di area stasiun.
Menurut Joni, integrasi kereta api, bus, dan moda transportasi lainnya akan menciptakan ekosistem transportasi yang saling melengkapi.
"Selain itu memberikan solusi transportasi yang lebih terjangkau, cepat, dan ramah lingkungan," pungkas dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!