Ruben Amorim Dipertanyakan Efektivitasnya Usai Muncul Berbagai Isu Negatif di Manchester United
📅 Minggu, 20 Jul 2025, 18:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Getty Images
JAKARTA – Manajer anyar Manchester United, Rúben Amorim, menghadapi tekanan besar setelah performa tim yang mengecewakan pada awal pramusim dan konflik internal terkait sejumlah pemain utama. Situasi internal itu diperparah oleh masalah finansial klub serta kebutuhan mendesak melakukan perombakan skuad yang signifikan.
Musim pramusim Manchester United diawali dengan hasil imbang 0–0 melawan Leeds United di Stockholm, di mana tim tidak mampu memanfaatkan jumlah peluang yang dimiliki. Amorim pun menyuarakan kekecewaannya terhadap penampilan tim sekaligus menunjukkan harapan akan perbaikan di pertandingan mendatang.
Keputusan Amorim mengeluarkan lima pemain senior seperti Marcus Rashford, Alejandro Garnacho, Jadon Sancho, Antony, dan Tyrell Malacia dari skuad utama dan meminta mereka berlatih secara terpisah menimbulkan kontroversi. Keputusan tersebut diambil setelah para pemain tersebut meminta keluar dan dianggap tidak masuk dalam rencana pelatih Portugal tersebut.
Setelah pergantian pelatih dari Erik ten Hag ke Amorim, hanya dua pemain baru yang benar-benar direkrut di paruh musim Januari 2025. Kedua pemain itu yakni Ayden Heaven dan Patrick Dorgu, yang secara terbatas belum mampu mengatasi kekurangan di lini utama United yang terlihat sangat rapuh.
Amorim juga menyebut bahwa sebagian besar skuad perlu evaluasi menyeluruh guna memperbaiki kestabilan performa usai musim sebelumnya, di mana United finis di peringkat 15 Liga Primer dan kalah di final Liga Europa. Ia menyatakan bahwa perubahan total di semua lini adalah keharusan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di bawah kendali Amorim, United telah merekrut Matheus Cunha, Diego León, dan Enzo Kana-Biyik sebagai bagian dari skema transformasi skuad. Namun masih banyak posisi yang dianggap mengalami defisit kualitas dan kedalaman, termasuk kebutuhan winger, bek tengah, dan bek sayap kiri.
Amorim menegaskan bahwa ketersediaan dana transfer bergantung pada keberhasilan United meraih tiket Liga Champions. Jika mereka gagal di Liga Europa, kemungkinan krisis finansial akan semakin membatasi ruang gerak perombakan skuad.
Pemain-pemain utama seperti Bruno Fernandes juga mendapatkan perhatian khusus. Amorim menyatakan ingin mempertahankan sang kapten meskipun ada ketertarikan kuat dari klub Saudi kepada pemain asal Portugal tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, negosiasi transfer untuk Bryan Mbeumo dari Brentford dikabarkan belum menemui titik temu meskipun sudah ada beberapa tawaran ditolak. Amorim kini memaksakan tenggat waktu sebelum keberangkatan tim ke Amerika Serikat untuk tur pramusim, menunjukkan pentingnya kesepakatan itu bagi rencana tim musim depan.
Masalah anggaran menjadi penghambat utama. United tengah berutang lebih dari satu miliar poundsterling dan dibatasi oleh profit dan aturan keberlanjutan finansial. Ini menyebabkan urgensi penjualan pemain lebih dulu sebelum melakukan pembelian baru, terutama karena United memiliki sejumlah pemain bernilai tinggi yang ingin dilepas.
Secara keseluruhan, kehadiran Amorim belum mampu membalikkan nasib United yang masih diliputi kegagalan taktik, manajemen pemain yang dianggap ketat, dan kegagalan mendatangkan banyak pemain target. Kritikus meragukan apakah pendekatan keras dan perombakan cepat bisa membawa dampak positif di musim depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!