Daftar Penyakit untuk Orang yang Jarang Jalan Kaki
📅 Jumat, 18 Jul 2025, 14:43 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Semua tahu bahwa kesehatan harta paling mahal. Namun begitu, banyak yang tak mau sehat, alias takmau olahraga. Bahkan untuk olahraga yang sederhana, murah, dan gratis seperti berjalan kaki.
Padahal orang yang tidak pernah jalan kaki, banyak penyakit mengintai. Pakar jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia dr Vito Anggarino Damay, Sp.JP(K) mengingatkan warga termasuk di Jakarta bahwa jarang berjalan kaki bisa terkena insufisiensi vena kronis (CVI).
"Insufisiensi vena kronis ditandai dengan kaki bengkak. Faktor risikonya banyak berdiri, kebanyakan dukuk, dan jarang jalan kaki," kata dia melalui pesan elektronik yang diterima di Jakarta, Jumat.
Insufisiensi vena kronis disebabkan gangguan sirkulasi pembuluh darah kaki yang seharusnya mengarah ke jantung. Lalu, karena aliran terganggu maka tekanan meningkat dan kaki jadi bengkak.
Kondisi insufisiensi vena kronis dialami salah satunya oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah dia mengalami pembengkakan di kaki bagian bawah. Menurut Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, Trump sedang menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh ketika ditemukan CVI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Vito mengatakan ada sejumlah faktor risiko lainnya seseorang bisa terkena masalah kesehatan ini yaitu pernah mengalami sumbatan pembekuan darah kaki, bed rest atau beristirahat dalam waktu lama dan berusia lanjut.
Karena itu, menerapkan gaya hidup aktif termasuk rajin berjalan kaki menjadi cara mencegah terkena CVI. Yang ingin memulai, bisa dengan mengikuti kegiatan Jakarta BERJAGA (Bergerak, Bekerja, Berolahraga, dan Bahagia) 2.0 Tahun 2025.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melalui kegiatan ini mengajak seluruh masyarakat memiliki gaya hidup yang sehat dan aktif dalam kegiatan sehari-hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program "Jakarta BERJAGA 2.0." dirancang untuk menurunkan risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, stroke, diabetes dan kanker, sekaligus mendorong deteksi dini terhadap masalah psikologis yang seringkali luput disadari. Dengan kata lain kalau tidak jalan, bisa terkena sakit jantung, diadetes, dan kanker, selain yang disebutkan sebelumnya.
Dalam program ini, warga diajak menerapkan gaya hidup aktif dan sehat dengan jalan kaki 7.500 langkah setiap hari selama 21 hari berturut-turut.
Pendaftaran peserta "Jakarta BERJAGA 2.0" terbuka bagi masyarakat umum, Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai swasta, institusi pendidikan, komunitas dan tenaga kesehatan di wilayah Jakarta.
Pendaftaran dilakukan secara kolektif atau individu dengan mengunduh aplikasi MUFIT untuk membuat akun. Jika mengalami kendala teknis, silakan lapor melalui bit.ly/KendalaAppMufit_JakartaBerjaga.
Dinas Kesehatan Jakarta mengajak warga menerapkan gaya hidup aktif dan sehat dengan jalan kaki 7.500 langkah setiap hari selama 21 hari berturut-turut melalui Program "Jakarta BERJAGA 2.0".
Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani Ruspitawati di Jakarta, mengatakan, program ini menjadi simbol komitmen bersama dalam membentuk perilaku hidup sehat dan produktif di kota besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!