Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lagi Tren di TikTok! Olahraga 'Japanese Walking' Ini Patut Dicoba, Simak Penjelasan Para Ahli

📅 Minggu, 10 Agu 2025, 09:50 WIB | Oleh:
Lagi Tren di TikTok! Olahraga 'Japanese Walking' Ini Patut Dicoba, Simak Penjelasan Para Ahli Doc: CNA
Ket. Jenis olahraga jalan kaki ala Jepang ini bukan hal baru, sudah jadi tren di TikTok musim panas ini.

Berjalan kaki termasuk olahraga yang paling sederhana namun memberikan dampak luar biasa bagi kesehatan. Berjalan kaki dikaitkan dengan peningkatan kesehatan mental dan kardiovaskular, serta efektif mengatasi nyeri punggung.

Namun tidak semua jalan kaki sama efektifnya.

Sebuah metode yang dijuluki “Japanese Walking” atau Jalan kaki ala Jepang di media sosial  yang juga dikenal sebagai latihan jalan interval, atau IWT, tampaknya menawarkan manfaat yang lebih besar daripada jalan kaki biasa, bahkan berjalan dengan kecepatan sedang selama 8.000 langkah atau lebih setiap hari.

Menurut laporan The New York Times, strategi ini pertama kali diperkenalkan dua dekade lalu dalam sebuah studi yang dipimpin oleh Hiroshi Nose, seorang ahli fisiologi olahraga di Fakultas Kedokteran Universitas Shinshu di Jepang.

Jepang salah satu negara dengan populasi tertua di dunia, dan Dr. Nose berharap, dengan menerapkan teknik latihan interval yang digunakan oleh atlet elite pada komunitas lansia, olahraga ini dapat meningkatkan kesehatan lansia dan mengurangi biaya medis di negara tersebut, ujarnya.

Setelah melihat hasil awal yang menjanjikan, ia dan kolaboratornya, Shizue Masuki, terus mempelajari metode ini secara mendalam.

Meskipun jenis olahraga ini bukan hal baru, ini telah menjadi tren di TikTok musim panas ini. Berikut penjelasan ilmiah tentang manfaat jalan kaki interval dan cara memulainya.

Apa itu “Japanese Walking”?

Sesuai namanya, jalan interval adalah bentuk olahraga interval, yang melibatkan pergantian antara aktivitas intens dan gerakan atau istirahat yang lebih ringan. Dalam hal ini, pada dasarnya, jalan interval hanyalah pergantian antara jalan cepat dan lambat.

Namun dibandingkan dengan bentuk latihan interval intensitas tinggi yang lebih klasik, jalan interval lebih mudah dilakukan bagi banyak orang, terutama mereka yang sudah lama tidak berolahraga atau yang sedang dalam masa pemulihan dari cedera yang membuat aktivitas berdampak tinggi seperti berlari menjadi sulit, kata Dr. Carlin Senter, kepala kedokteran olahraga perawatan primer di Universitas California, San Francisco.

Bagaimana Melakukannya?

Yang Anda butuhkan hanyalah sepatu yang nyaman, tempat yang aman untuk berjalan, dan pengatur waktu.

Dalam studi yang dilakukan Dr. Nose dan Masuki, subjek biasanya berjalan cepat selama tiga menit, lalu berjalan lambat selama tiga menit. Selama periode cepat, tujuannya adalah untuk merasa seolah-olah sedang bekerja keras, sampai-sampai Anda kesulitan mengobrol.

Gerakan selama periode lambat seharusnya berupa jalan santai. (Para peneliti membatasi interval cepat hingga tiga menit, kata mereka, karena pada titik itulah banyak relawan yang lebih tua mulai merasa lelah.)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.