Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dukung Kemandirian Susu Nasional, Japfa dan Greenfields Distribusikan 1.000 Sapi Perah Bunting ke Peternak Jatim

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 20:10 WIB | Oleh:
Dukung Kemandirian Susu Nasional, Japfa dan Greenfields Distribusikan 1.000 Sapi Perah Bunting ke Peternak Jatim Doc: Japfa
Ket. Ketiga dari kiri, Direktur Utama Telkomsigma Dwi Sulistiani dan para Women Leaders pada saat acara Women in Tech "Leading Through Innovation: Drive Digital Transformation in Tech Business," beberapa waktu yang lalu.

JAKARTA – Dalam rangka mendukung percepatan swasembada susu nasional, Japfa melalui anak usahanya PT Santosa Agrindo Lestari (Santori) bekerjasama dengan PT Greenfields Dairy Indonesia (Greenfields), mendistribusikan sapi perah bunting ke 120 peternak lokal.

Para peternak yang mendapatkan sapi tersebut merupakan mitra binaan yang berada di bawah naungan program Kemitraan Sapi Perah Greenfields (KSG) yang tersebar di Kabupaten Malang, Blitar, Pasuruan dan Kota Batu, Jawa Timur.

Distribusi ini merupakan tindak lanjut dari keberhasilan Japfa dalam memfasilitasi impor lebih dari seribu ekor sapi perah berkualitas dari Australia, setelah sebelumnya bekerja sama dengan Greenfields melakukan proses seleksi sapi secara seksama sebelum dikirimkan. Sapi-sapi tersebut merupakan hasil persilangan ras Holstein dan Jersey (crossbreed), yang dikenal unggul dalam produktivitas susu dan ketahanan iklim tropis.

Dalam sambutannya pada seremoni distribusi sapi perah kepada peternak rakyat, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean memastikan seluruh prosedur karantina telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Badan Karantina Indonesia telah melakukan analisis risiko, pemeriksaan fisik, dan uji laboratorium untuk menjamin kesehatan seluruh sapi perah impor yang didatangkan ke Provinsi Jawa Timur. Selama 14 hari, seluruh sapi perah berada di dalam instalasi karantina hewan, dan pada hari ini dapat dilakukan pembebasan setelah dinyatakan sehat oleh dokter hewan karantina yang kami tugaskan di Balai Karantina hewan, Ikan dan Tumbuhan Jawa Timur,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Selasa (15/7).

Pada kesempatan yang sama, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur menyampaikan, kedatangan sapi perah bunting impor untuk peternak di 5 Kabupaten di Jawa Timur ini sangat berarti bagi peningkatan populasi sapi perah dan peningkatan susu segar di Jawa Timur.

“Atas nama Pemprov Jatim, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Japfa dan Greenfields, atas dukungannya dalam percepatan peningkatan populasi sapi perah dan produksi susu segar pasca wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” ucapnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda, menuturkan pihaknya sangat mengapresiasi inisiatif Japfa dan Greenfields yang mendukung peningkatan populasi dan produktivitas sapi perah nasional. Pihaknya berkomitmen investasi terhadap sapi perah sebanyak 998.565 ekor pada tahun 2025-2029.

“Kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah seperti ini sangat penting untuk mempercepat pencapaian target swasembada susu, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. Tentunya, dukungan dari perbankan juga diperlukan untuk memfasilitasi pembiayaan peternak melalui Kredit Usaha Rakyat,” ujarnya.

Selain menerima sapi, para peternak mitra juga mendapatkan pendampingan teknis, pelatihan pengelolaan peternakan, layanan kesehatan hewan, serta jaminan penyerapan hasil produksi susu. Upaya yang akan didampingi oleh Greenfields melalui program KSG (Kemitraan Sapi Perah Greenfields) ini merupakan sebuah kolaborasi yang dirancang untuk memperkuat mata rantai produksi susu nasional dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan peternak rakyat.

, menyampaikan,

 “Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk mendukung ketahanan pangan nasional dari sisi hulu. Dengan menyediakan sapi perah berkualitas dan pendampingan berkelanjutan, kami ingin mendorong pertumbuhan industri susu lokal sekaligus memperkuat kesiapan dalam menghadapi lonjakan permintaan di masa depan,” kata Direktur Corporate Affairs Japfa Rachmat Indrajaya.

Peningkatan konsumsi susu menjadi salah satu tantangan utama dalam industri peternakan nasional. Berdasarkan data Kementerian Pertanian RI tahun 2023, Indonesia hanya mampu memenuhi sekitar 20% kebutuhan susu nasional, sementara sisanya masih bergantung pada impor. Hal ini disebabkan oleh rendahnya produktivitas peternakan, kualitas susu yang bervariasi, serta keterbatasan infrastruktur dan teknologi.

Peningkatan konsumsi susu nasional diproyeksikan akan terus berlanjut. Menurut estimasi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), angka konsumsi susu di Indonesia akan naik dari 4,2 juta ton pada tahun 2024 menjadi 5,3 juta ton pada tahun 2025. Kenaikan ini didorong oleh peluncuran program nasional “Makan Bergizi Gratis” yang ditargetkan menjangkau hingga 82 juta anak Indonesia pada tahun 2029.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.