Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenduri Sko, Merawat Adat Tradisi Suku Kerinci

📅 Minggu, 13 Jul 2025, 21:34 WIB | Oleh:

Rangkaian malam itu dilanjutkan dengan prosesi 'Naik Salih, 'pengangkatan gelar baik kaum perempuan dari garis keturunan sesuai permintaan.

Hal itu berlaku di suku kebanyakan di Kerinci termasuk suku Mangku Malano, Ijung Jay Karti, Ijung Suku Lamat, Ijung Pati Jadi dan Ijung Tabajo wilayah Semurup, garis keturunan perempuan yang memiliki garis silsilah mewarisi gelar adat.

Sekretaris Panitia Kenduri Sko Karyadi mengatakan, ritual ngasap neghi (negeri) adalah kegiatan yang dilakukan sebelum kenduri Sko.

Tujuannya, mengusir penyakit dan gangguan yang mungkin ada di kampung atau wilayah adat yang dilakukan di Wilayah Tigo Luhah Pamuncak Semurup, Kerinci.

Terakhir kali wilayah ini melaksanakan kenduri di tahun 2018, setelah tujuh tahun berlalu ritual ini kembali digelar atas permintaan pemangku adat dan ninik mamak.

Persiapan kenduri ini telah dirancang sejak lama, melalui musyawarah mufakat akhirnya tahun ini dilaksanakan.

Biaya yang dibutuhkan tidak sedikit, untuk memenuhi keperluan setidaknya perlu dana sebesar ratusan juta rupiah. Dana dikumpulkan melalui iuran warga dan bantuan yang sifatnya tidak mengikat.

Besaran dana itu dialokasikan untuk melengkapi kebutuhan seperti pembelian kerbau, konsumsi hingga perlengkapan baju adat.

Mandi Balimau

Pagi menjelang siang, ribuan masyarakat tiga desa berbondong mendatangi sungai Batang Merao, di dekat lapangan Air Patah tiga desa.

Setelah mendapat izin dari depati, para ninik mamak dan ulubalang menjunjung air limau, membawa ke tepian Sungai Batang Merao.

Proses pemercikan air limau sebagai simbol pembersihan diri dilakukan oleh abdi-dalam yang memiliki silsilah keturunan kepada masyarakat dengan berpola menyeberangi sungai melalui bawahan panggung yang telah disiapkan panitia.

Zespenti sadianti, gelar adat Salih Kecik Seteru Mato menerangkan, berdasarkan urutan, yang pertama melakukan mandi balimau harus lima orang perempuan. Hal ini simbol lima Suku Wilayah Tigo Luhah Pemuncak Semurup, disusul oleh anak jantan (laki-laki).

Pembedaan seperti itu telah diatur untuk ketertiban acara dan memuliakan kaum perempuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Akan Lebih Sehat Bila...

ASN Yang Segera Memasuki Masa Pensiun Perlu Persiapan

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.