Jangan Biarkan Aritmia Sebabkan Jantung Berhenti Mendadak! Kenali Prosedur Ablasi Jantung
📅 Minggu, 13 Jul 2025, 19:57 WIB | Oleh: Haryo BronoSebelum dilaksanakan, dokter akan memberikan instruksi kepada pasien, termasuk tentang jenis kegiatan yang tidak boleh dilakukan, pola makan dan jenis makanan yang perlu dihindari, serta obat- obatan yang harus dikonsumsi atau dihentikan sebelum operasi berlangsung.
“Setelah jadwal prosedur ablasi jantung ditentukan, Anda mungkin akan diminta untuk melakukan rawat inap. Selama menjalani rawat inap di rumah sakit, Anda sebaiknya ditemani oleh anggota keluarga maupun kerabat, agar proses pemulihan setelah dilakukan tindakan ablasi jantung bisa lebih optimal,” jelasnya.
Prosedur Ablasi Jantung
Prosedur ablasi jantung dilakukan di rumah sakit oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, di dalam ruangan cath lab. Diperlukan waktu sekitar 2-4 jam untuk menjalani prosedur ablasi jantung, dengan kondisi pasien tetap sadar selama tindakan dilakukan. Pada beberapa kasus, anestesi umum juga dapat dilakukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski tetap sadar, pasien akan diberikan obat bius lokal dan obat penenang agar tidak merasa nyeri atau cemas selama tindakan ablasi jantung dilakukan. Barulah kemudian dokter akan melakukan tindakan ablasi jantung sebagai berikut ini.
Setelah anestesi bekerja, dokter akan mencari akses pembuluh darah, seperti memasang infus pada pembuluh darah yang besar. Dokter akan memasukkan beberapa kabel kecil yang mengandung elektroda pada ujung kateter untuk mengetahui letak jaringan abnormal yang menyebabkan gangguan irama jantung
Setelah pusat penyebab terjadinya aritmia ditemukan, dokter akan menempatkan kateter di lokasi tersebut. Dokter kemudian akan mengirimkan energi ringan ke jaringan tersebut untuk menghilangkan jaringan jantung abnormal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jaringan parut yang telah terbentuk akan memblokir sinyal listrik yang terganggu sehingga irama denyut jantung dapat kembali normal Setelah titik penyebab aritmia diatasi, dokter akan mengeluarkan kateter dan selang dari tubuh pasien dan kemudian memasang perban pada lokasi masuknya kateter.
Hal yang Harus Diperhatikan setelah Ablasi Jantung
Setelah tindakan ablasi jantung selesai dilakukan dan dinyatakan stabil setelah diawasi di ruang pemulihan, pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan untuk dilakukan pemantauan secara berkala guna memastikan proses pemulihan berjalan dengan optimal. Selama di ruang perawatan, biasanya akan disarankan untuk tirah baring total.
“Anda baru diperbolehkan pulang paling cepat 1 hari setelah prosedur ablasi jantung dilakukan. Saat diperbolehkan pulang, dokter akan meresepkan obat-obatan yang perlu dikonsumsi selama beberapa waktu untuk mencegah risiko perdarahan serta memberikan saran aktivitas yang tidak boleh dilakukan pascaablasi jantung, adalah sebagai berikut,” ucap dr. Dony.
Tidak melakukan olahraga yang berintensitas berat, setidaknya sampai 1 minggu setelah prosedur ablasi jantung dilakukan. Tidak mengemudikan kendaraan selama beberapa hari. Hindari mengangkat beban berat di atas 5 kilogram. Jangan melakukan kegiatan atau aktivitas yang berintensitas berat, termasuk berkebun atau membereskan rumah
Jika menemukan munculnya memar pada area masuknya kateter, pasien tidak perlu khawatir, karena hal ini merupakan kondisi yang normal. Namun, jika mengalami perdarahan, pembengkakan, jantung berdebar-debar atau detak jantung tidak teratur, dan sesak napas, segeralah ke unit IGD di rumah sakit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!