Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: Gelombang Panas Terjang Eropa sebabkan 2.300 Kematian

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 16:31 WIB | Oleh:
Studi: Gelombang Panas Terjang Eropa sebabkan 2.300 Kematian Doc: AFP/BERTRAND GUAY

ISTANBUL - Gelombang panas cukup parah yang melanda Eropa sejak pekan lalu diperkirakan telah menyebabkan sekitar 2.300 kematian, menurut sebuah studi yang dirilis pada Rabu (9/7).

Sekitar 1.500 dari sekitar 2.300 kematian akibat panas dikaitkan dengan perubahan iklim, yang mengakibatkan gelombang panas yang lebih parah di seluruh benua, menurut penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Imperial College London dan London School of Hygiene and Tropical Medicine.

Studi tersebut menyatakan perubahan iklim melipatgandakan kematian akibat panas di awal musim panas di seluruh Eropa.

Para peneliti berfokus pada 10 hari cuaca panas dari 23 Juni hingga 2 Juli dan mencakup 12 kota di Eropa, termasuk London, Paris, Frankfurt, Budapest, Zagreb (Kroasia), Athena, Roma, Milan, Sassari (Italia), Barcelona, Madrid, dan Lisbon.

"Temuan analisis ini dan banyak lainnya sangat jelas: suhu panas ekstrem di seluruh Eropa meningkat dengan cepat akibat perubahan iklim yang disebabkan manusia," menurut penelitian tersebut.

Penelitian itu lebih lanjut menggarisbawahi bahwa kota-kota tersebut mengalami peningkatan suhu hingga 4 derajat Celsius.

Studi tersebut memperingatkan bahwa suhu gelombang panas akan terus meningkat, dan kemungkinan akan meningkatkan jumlah kematian.

Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa juga menyatakan dalam buletin iklim bulanan pada Rabu bahwa Juni 2025 merupakan Juni terhangat ketiga secara global.

"Juni 2025 mencatatkan gelombang panas luar biasa yang berdampak pada sebagian besar Eropa barat, dengan sebagian besar wilayah mengalami tekanan panas yang sangat kuat," kata Samantha Burgess, pimpinan strategis untuk urusan iklim di Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa.

"Gelombang panas ini diperparah oleh rekor suhu permukaan laut di Mediterania barat," imbuhnya.

Burgess memperingatkan bahwa gelombang panas kemungkinan akan menjadi "lebih sering, lebih intens," dan berdampak pada lebih banyak orang di seluruh Eropa. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.