Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Suara yang Terlupakan dari Tepian Nusantara: Perjalanan Bapak di Tengah Lumpur

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 10:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Suara yang Terlupakan dari Tepian Nusantara: Perjalanan Bapak di Tengah Lumpur Doc: Antara Foto
Ket. Petugas kesehatan menggunakan sepeda motor dikawal petugas keamanan melintasi jalan rusak saat layanan jemput bola Program Cek Kesehatan Gratis di Kecamatan Elikobel, Kampung Bonggai, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Selasa (8/7/2025).

"Bapak lewat di tengah lumpur, tidak apa-apa kah?"

Pertanyaan dengan dialek khas itu diutarakan Libertine Mandala Putri kepada pemimpin Puskesmas Bupul Markus Pakadang, saat keduanya mengendarai motor trail yang berbeda untuk memimpin tim medis hendak melintasi ruas jalan berlumpur di Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Markus terdiam sejenak. Pandangannya mengarah pada genangan air di depan, mencari sisi jalan yang lebih cocok agar tidak tergelincir, sambil menyeimbangkan tubuh di atas trail-nya.

Setelah beberapa kali menggeber suara tunggangannya, lelaki paruh baya itu melaju dengan kecepatan terukur, membelah genangan air, sambil kedua kakinya yang dilindungi sepatu boots, bergerak bergantian menerabas lumpur sampai ke sisi jalan yang kering.

Berti (sapaan akrab Libertine Mandala Putri) bersama rekan medis perempuan lain beserta dua anggota polisi dan satu tentara yang mengendarai motor pun segera menyusul. Beberapa anggota tim lain menyusul dengan mobil ambulans yang membawa peralatan medis dan obat-obatan.

Dalam perjalanan dari Puskesmas Bupul di Kampung Bupul 2 menuju Kampung Bunggay, tidak kurang dari lima kali mereka melintasi jalan rusak digenangi air dan lumpur. Mereka berjibaku dengan lumpur merah yang pada salah satu ruas jalan mencapai hingga ratusan meter.

Berti, satu-satunya dokter umum yang mengabdi di Puskesmas Bupul, dan rekan-rekannya harus menempuh 29 kilo meter melewati belantara untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang menerima Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Bunggay.

Menaklukkan jalanan yang rusak bukan hal baru bagi Berti. Tantangan utama adalah jarak antarkampung dalam satu distrik yang mencapai puluhan kilometer.

Jarak yang jauh itu pula yang selama ini menghambat sebagian warga yang ingin ke Puskesmas Bupul untuk mengakses layanan kesehatan.

"Apalagi mama-mama yang kondisi ekonominya rendah, lalu tidak ada kendaraan di rumah, pasti sangat sulit (ke puskesmas), ketika jatuh sakit," ujar Bert, ketika bercerita kepada ANTARA.

Dokter berusia 29 tahun itu memahami betul pergumulan batin warga. Mereka merindukan layanan kesehatan ala kampung yang memadai, namun dibatasi kemampuan ekonomi rumah tangga.

Di tengah pergumulan itu, kehadiran Program CKG, begitu bermakna, setidaknya bagi warga Distrik Elikobel di wilayah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini ini.

Berti ingin semua warga di wilayah pelayanan Puskesmas Bupul merasakan program unggulan dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini.

Paling tidak, keinginan warga untuk mengetahui gejala atau penyakit dalam tubuh mereka secara cuma-cuma, tidak lagi hanya sebuah asa yang tak berujung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Eks Punggawa Persija Gustavo Franca: Atmosfer di Kandang Persib bisa Pengaruhi Konsentrasi Arema
    Preview komentar:
    Berikut Membuka blokir BNIdirect Pengguna terkunci (User ID ...
    Cara Membuka blokir BNIdirect Pengguna terkunci (User ID ...
  • Rambut Tipis dan Mudah Lepek? Kini Ada Solusi dengan Formula Ultra Ringan
    Preview komentar:
    Keluhan BRI QLola
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PM Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Berlaku “Segera” Setelah Kedua Pihak Menandatanganinya
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Bagaimana cara menghubungi BRI QLola?
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.