GP Inggris, Norris Menang Dramatis
📅 Selasa, 08 Jul 2025, 07:37 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Andrej ISAKOVIC / AFP
SILVERSTONE - Lando Norris tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Di hadapan ribuan pendukungnya di Sirkuit Silverstone, pembalap tuan rumah itu meraih kemenangan emosional di Grand Prix Inggris, Minggu (6/7) malam waktu setempat. Dia memperkecil selisih poin dalam perebutan gelar dunia Formula 1 2025.
Pembalap McLaren berusia 25 tahun itu tampil tenang dalam kondisi lintasan yang sulit akibat hujan deras, beberapa insiden, serta intervensi safety car. Dia akhirnya finis pertama setelah rekan setimnya, Oscar Piastri, menerima penalti 10 detik karena dinilai berkendara secara tidak konsisten saat memimpin di belakang safety car.
“Ini segalanya yang saya impikan. Segala yang ingin saya capai. Selain gelar juara dunia, ini adalah momen paling membanggakan dalam karir,” ujar Norris. Piastri, yang sebelumnya memimpin balapan dan tampak akan menambah kemenangan, merasa keputusan steward tidak adil. Dia mempertanyakan penalti yang membuatnya kehilangan posisi. Ini terutama setelah Max Verstappen mampu menyalipnya sebelum restart dan malah melintir keluar trek.
“Saya tidak paham dan tidak melakukan sesuatu yang berbeda dari restart sebelumnya. Saya akan lihat tayangannya lagi, tapi rasanya tidak adil,” keluh Piastri. Meski sempat minta tim untuk memerintahkan Norris menyerahkan posisi, McLaren menolak menerapkan team order.
Keputusan itu membawa Norris mencatat kemenangan keempat musim ini. Dia dan memperkecil selisih klasemen dengan Piastri menjadi delapan poin (234 berbanding 226). Sedangkan Verstappen tercecer di posisi ketiga dengan 165 poin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi Norris, ini kemenangan kandang pertama sepanjang karir. Ini juga kemenangan pertama McLaren di Silverstone sejak Lewis Hamilton pada tahun 2008. Usai balapan, dia sempat larut dalam momen emosional, menyapa penonton dan keluarganya yang hadir di paddock.
“Beberapa lap terakhir, saya hanya menatap ke arah tribun. Saya ingin menikmati momen itu. Mungkin ini tak akan terjadi lagi, walau berharap bisa mengulanginya,” ucapnya. Rekan setimnya, Piastri, tetap memberikan pujian.
“Mobil kami kali ini seperti roket. Meski semua kekacauan di lintasan, bisa memimpin lebih dari 30 detik dari mobil ketiga adalah luar biasa,” ujarnya. Di posisi ketiga, Nico Hulkenberg mencetak sejarah pribadi. Pembalap veteran Jerman itu akhirnya meraih podium pertama dalam karirnya setelah 239 kali start, mematahkan penantian panjang selama 16 musim. Prestasinya juga sekaligus menghentikan rekor 12 podium beruntun Lewis Hamilton di kandang sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam klasemen konstruktor, dominasi McLaren makin terasa. Mereka unggul jauh dengan 460 poin, disusul Ferrari (222) dan Mercedes (210), menunjukkan bahwa tim asal Woking itu kini menjadi kekuatan utama dalam perburuan gelar ganda musim ini. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!