Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Temanggung Imbau Pendaki Tidak Membuat api Unggun saat Kemarau

📅 Sabtu, 13 Jun 2026, 18:25 WIB | Oleh:
BPBD Temanggung Imbau Pendaki Tidak Membuat api Unggun saat Kemarau Doc: ANTARA/Anis Efizudin
Ket. Helikopter BNPB usai melakukan survei lokasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Sumbing, Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (14/9).

Temanggung -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jateng mengimbau para pendaki Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prahu tidak membuat api unggun di kawasan puncak maupun jalur pendakian agar tidak menimbulkan kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Sabtu, mengatakan saat ini sedang musim kemarau sehingga kondisi di bagian atas gunung-gunung tersebut kering dan cenderung dingin.

Oleh karena itu, katanya, para pendaki diminta mempersiapkan perlengkapan secara matang dan memperhatikan daftar perlengkapan yang telah direkomendasikan oleh masing-masing basecamp.

Imbauan tersebut telah disampaikan kepada seluruh pengelola basecamp agar diteruskan kepada para pendaki sebelum memulai perjalanan.

"Kami sudah menyampaikan kepada teman-teman basecamp untuk mengingatkan para pendaki agar tidak membuat api unggun di atas. Selain itu, pendaki juga diimbau membawa perlengkapan yang cukup karena udara di gunung pada musim kemarau cukup dingin," katanya.

Seandainya terpaksa membuat api unggun, kata dia, setelah selesai mereka harus mematikan api atau tidak meninggalkan bara api.

"Jangan meninggalkan bara api sedikit pun, karena hal itu dapat memicu timbulnya kebakaran," katanya.

Selain upaya pencegahan melalui edukasi kepada pendaki, katanya, kesiapsiagaan penanganan kebakaran di kawasan pegunungan juga terus diperkuat.

Pada 2024, katanya, pengelola kawasan gunung mendapatkan bantuan peralatan pemadaman dari BPBD berupa lima alkon (alat penyedot air) berukuran besar, 10 alkon kecil, serta selang pemadam dengan panjang total sekitar 90 meter yang terdiri atas tiga gulungan, masing-masing sepanjang 30 meter.

Ia menjelaskan peralatan tersebut telah didistribusikan ke tiga kawasan gunung, yakni Sumbing, Sindoro, dan Prahu.

Baik pengelola destinasi maupun pengelola basecamp, katanya, menerima peralatan tersebut dengan status pinjam pakai guna mendukung penanganan darurat di lapangan.

"Jadi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, peralatan sudah tersedia di lokasi dan tinggal menyesuaikan kebutuhan dukungan dari bawah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp78.100/...
Daerah
Keracunan 448 Bukan Angka K...
Luar Negeri
Iran Bakal Makin Terkucil, ...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.