Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Surplus Dagang Indonesia-AS Tembus $7 Miliar Jelang Tenggat Tarif dari Trump

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 18:05 WIB | Oleh:
Surplus Dagang Indonesia-AS Tembus $7 Miliar Jelang Tenggat Tarif dari Trump Doc: Jakarta Globe

JAKARTA - Amerika Serikat tetap menjadi pembeli utama barang-barang Indonesia di tengah ancaman tarif tinggi dari Presiden Donald Trump, dengan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus lebih dari $7 miliar hingga akhir Mei 2025. Data resmi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa (1/7/2025) mengungkapkan bahwa ekspor Indonesia ke Negeri Paman Sam terus tumbuh meski tenggat pemberlakuan tarif tambahan dari AS semakin dekat.

Presiden Trump sebelumnya menuduh Indonesia melakukan praktik perdagangan yang tidak adil dan menyebabkan defisit besar bagi Amerika Serikat. Sebagai respons, Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 32 persen terhadap produk Indonesia yang masuk ke pasar AS. Ancaman tersebut sempat ditangguhkan selama 90 hari untuk memberi ruang bagi negosiasi bilateral. Namun, penundaan itu akan berakhir pada 9 Juli mendatang dan Trump telah menegaskan tidak akan memperpanjang masa negosiasi lebih lanjut.

Meskipun Indonesia menyatakan komitmennya untuk meningkatkan impor dari AS, data BPS menunjukkan bahwa kesenjangan perdagangan justru semakin melebar. Dalam periode Januari hingga Mei 2025, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar $7,08 miliar dengan AS. Angka tersebut naik signifikan dari $5,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, saat Joe Biden masih menjabat sebagai Presiden AS.

Dalam sektor nonmigas, surplus perdagangan Indonesia dengan AS bahkan lebih tinggi, mencapai $8,28 miliar. Ini melampaui surplus $6,44 miliar yang tercatat pada lima bulan pertama tahun 2024. Ekspor nonmigas Indonesia ke AS mencapai $12,11 miliar, sementara impor dari AS hanya sebesar $3,83 miliar.

Kepala BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa barang ekspor utama Indonesia ke AS terdiri atas mesin dan peralatan listrik, alas kaki, serta pakaian dan aksesori fesyen.

“Mesin dan peralatan listrik, serta alas kaki, merupakan penyumbang terbesar ekspor nonmigas kita ke AS,” ujar Pudji.

Dari total ekspor tersebut, Washington mencatat pembelian mesin dan peralatan listrik Indonesia senilai $2,22 miliar sepanjang Januari hingga Mei. Ekspor alas kaki mencapai $1,08 miliar, sedangkan pakaian dan aksesori fesyen Indonesia mencatat nilai sebesar $1,02 miliar.

Secara keseluruhan, AS tercatat sebagai negara tujuan ekspor nonmigas terbesar kedua bagi Indonesia, setelah Tiongkok yang menyerap ekspor senilai $24,25 miliar.

“China, AS, dan India menyumbang 41,16 persen dari ekspor nonmigas kita pada Januari–Mei 2025,” tambah Pudji.

Menjelang tenggat waktu 9 Juli, tekanan meningkat terhadap tim perunding Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah menyambut baik usulan Indonesia mengenai hubungan dagang yang lebih adil dan jujur. Namun, rencana kunjungan Airlangga ke AS untuk perundingan langsung akhirnya dibatalkan dan diganti dengan pertemuan daring melalui telekonferensi.

Langkah selanjutnya masih belum pasti. Jika Trump melanjutkan ancamannya untuk menerapkan tarif 32 persen, maka ekspor Indonesia ke AS bisa terdampak signifikan. Sementara itu, Indonesia terus memaksimalkan hubungan dagang dengan negara mitra lainnya, sembari berharap negosiasi bilateral masih bisa menghasilkan kesepakatan yang menghindarkan kedua negara dari konflik dagang yang lebih dalam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.