Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DIY Raih Skor Tertinggi Keamanan Siber Nasional, BSSN Harap Jadi Inspirasi Pemda Lain

📅 Senin, 30 Jun 2025, 18:38 WIB | Oleh:
DIY Raih Skor Tertinggi Keamanan Siber Nasional, BSSN Harap Jadi Inspirasi Pemda Lain Doc: antara foto
Ket. Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (30/6).

YOGYAKARTA - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan skor tertinggi secara nasional dalam indeks keamanan siber dan keamanan informasi.

“DIY memiliki prestasi yang sangat baik. Dari segi keamanan sibernya indeksnya termasuk skor tertinggi, keamanan informasi skornya tertinggi. Kematangan keamanan sibernya juga termasuk salah satu yang tinggi," ujar Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (30/6).

Secara kelembagaan, lanjut Nugroho, Pemda DIY telah mendukung penguatan keamanan digital dengan membentuk Forum Komunikasi Persandian yang menjadi salah satu forum paling aktif secara nasional.

“Saya berharap besar, apa yang sudah dilaksanakan oleh Pemda DIY dapat menginspirasi pemda yang lain,” ujar dia.

Nugroho mengatakan tantangan keamanan siber ke depan makin besar seiring perkembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik terintegrasi yang menjadi lebih rentan terhadap ancaman.

“Kalau semua sistem sudah terintegrasi, satu kena, yang lain akan kena ikutannya. Jadi kalau kita tidak hati-hati, itu akan menjadikan masalah,” kata dia.

Nugroho mengakui kerentanan sering kali justru berada di wilayah pinggiran atau daerah, seperti yang terbukti pada insiden sebelumnya terhadap Pusat Data Nasional di Surabaya, Jawa Timur. “Itu sumber ancamannya kan masuknya dari Muara Enim, dari daerah, penetrasi masuk ke situ. Jadi pekerjaan ini memang membutuhkan komitmen dan kerja keras bersama dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar dia.

Karena itu, menurut Nugroho, penguatan keamanan siber tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab BSSN, melainkan memerlukan keterlibatan aktif dari kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan keinginannya untuk memperpanjang nota kesepahaman (MoU) antara Pemda DIY dan BSSN yang sudah berjalan sejak lima tahun lalu.

Perpanjangan itu, menurutnya, menjadi penting mengingat BSSN kini juga mengelola lembaga pendidikan Politeknik Siber dan Sandi Negara.

"Saya minta tadi untuk diperpanjang, karena BSSN ini sekarang juga sudah punya lembaga pendidikan berupa politeknik. Jadi kalau tidak tersosialisasikan, tentu tidak akan banyak yang tahu," ujar Sri Sultan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Korut Luncurkan Sejumlah Mi...
Rona
Dua Bagian Bertolak Belakan...

Gampang SSK Harus Dirasakan Warga

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Gampang SSK Harus Dirasakan...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.