Bogor Rayakan Malam Puncak Hari Jadi ke-543
📅 Minggu, 29 Jun 2025, 13:55 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: kotabogor.go.id
BOGOR - Sabtu malam (28/6) menjadi saksi bersejarah bagi Kota Bogor. Untuk pertama kalinya, helaran digelar di bawah temaram malam.
Ini merupakan rangkaian hari puncak dalam perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543. Ragam kekayaan budaya nusantara tampil memukau di tengah sejuknya udara Bogor selepas hujan.
Ribuan warga berbaur, tumpah ruah di Balai Kota hingga sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, merayakan malam puncak HJB ke-543. Kendati hujan sempat turun, namun tak mematahkan semangat masyarakat untuk turut ikut serta merayakan malam bersejarah ini.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, dalam sambutannya di hadapan ribuan warga, mengungkapkan bahwa hujan deras yang turun dan berhenti tepat saat helaran dimulai menjadi tanda kebaikan Allah SWT.
“Malam ini kita menyaksikan betapa Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, melalui alam memberi sinyal kepada kita. Hujan deras yang turun dan berhenti tepat di waktu pelaksanaan memiliki arti bahwa alam mencintai kita semua," tutur Wali Kota Dedie Rachim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wali Kota Dedie Rachim pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya Kota Bogor, untuk membalas kebaikan alam, mencintai, dan memelihara kelestarian lingkungan dengan cara menjaga kebersihan, menanam pohon, menjaga aliran-aliran sungai, dan tidak lagi mengotori sungai maupun lingkungan.
Melalui tema HJB ke-543, yaitu "Raksa Jagaditha", Wali Kota Dedie Rachim menegaskan bahwa keberlangsungan dan kelestarian alam menjadi perhatian dan tanggung jawab semua pihak.
Wali Kota Dedie Rachim juga mengucapkan terima kasih kepada semua perwakilan pemerintah daerah yang hadir, di antaranya dari DKI Jakarta, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Tangerang, serta seluruh peserta yang sudah hadir merayakan rangkaian peringatan HJB ke-543 tahun ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Raksa Jagaditha adalah pesan kuat untuk masyarakat Bogor dalam rangka melestarikan alam Bogor, identitas, hingga filosofi Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari Seja Ayeuna Sampereun Jaga. Warisan dari pendahulu kita harus kita teruskan, kebaikan-kebaikan ini harus diwariskan untuk generasi mendatang,” ungkap Dedie Rachim.
Sebagai informasi, pawai helaran HJB ke-543 dibuka dengan suguhan atraksi seni budaya dari rombongan BJB Cabang Bogor, disusul Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, dan jajaran perangkat daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Tepat di belakang rombongan KADIN Kota Bogor, ada barisan para atlet berprestasi Kota Bogor yang hadir memeriahkan pawai bersama rombongan KONI Kota Bogor beserta pengurusnya.
Selanjutnya, tampil beberapa komunitas, seperti Komunitas Wanita Berkebaya, Oncom-Onthel Community, barista KANMA Group, dan lainnya. Barongsai Naga Merah Putih dari Babakan Pasar, yang memiliki panjang 50 meter dengan kepala seberat 15 kg dan badan 5 kg dan dibawa oleh 15 orang, menjadi penutup rangkaian pawai.
Tidak hanya menampilkan budaya lokal Jawa Barat atau Nusantara, suguhan budaya dari Malaysia juga turut ditampilkan. Hal ini disampaikan oleh Moh Mochtar, Sekretaris Persatuan Homestay Malaysia, yang menghadirkan kebudayaan dari Negeri Sabah, Sarawak, sebagai ajang promosi.
“Jadi melalui acara di Kota Bogor ini, kami mencoba menampilkan kebudayaan Malaysia sebagai bagian dari promosi budaya Malaysia,” kata Moh Mochtar. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!