Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Politik di Thailand Memuncak, Rakyat Desak Perdana Menteri Mundur

24 Sabtu, 28 Jun 2025, 18:37 WIB | Oleh:
Krisis Politik di Thailand Memuncak, Rakyat Desak Perdana Menteri Mundur Krisis Politik di Thailand Memuncak, Rakyat Desak Perdana Menteri Mundur Doc: X - Ing Shin
Ket. Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra

BANGKOK - Ratusan demonstran berkumpul di Bangkok, Sabtu (28/6), dalam aksi unjuk rasa terbesar sejak Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra memimpin pada 2023. Massa menuntut pengunduran diri Paetongtarn di tengah meningkatnya kemarahan publik terkait sengketa perbatasan dengan Kamboja, dilansir dari CNA.

Selain itu, unjuk rasa ini juga terkait dengan krisis politik dan ekonomi yang kian dalam. Demonstrasi dipusatkan di sekitar Victory Monument, dipimpin oleh kelompok United Force of the Land.

Kelompok tersebut merupakan koalisi aktivis nasionalis yang sejak lama menentang pemerintahan yang didukung keluarga Shinawatra. Mereka mengibarkan bendera dan menyerukan pergantian kepemimpinan, menandai eskalasi tekanan terhadap pemerintah.

PM Paetongtarn menyatakan tidak khawatir dengan demonstrasi tersebut dan menginstruksikan aparat keamanan untuk menjaga ketertiban. "Itu adalah hak rakyat dan saya tidak akan membalas," ujar dia.

Krisis kian memburuk setelah Partai Bhumjaithai menarik dukungannya dari koalisi pemerintahan pekan lalu. Keputusan tersebut dipicu oleh bocornya percakapan telepon antara PM Paetongtarn dan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.

Dalam percakapan itu, Paetongtarn tampak berupaya menyenangkan Hun Sen dan secara terbuka mengkritik seorang komandan militer Thailand. Meskipun Paetongtarn telah meminta maaf, dampak politik dari percakapan tersebut belum mereda.

Sejumlah senator mengajukan petisi kepada Mahkamah Konstitusi dan Komisi Nasional Antikorupsi. Petisi tersebut bertujuan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran etika dan penyalahgunaan kekuasaan.

Jika terbukti bersalah, hasil investigasi dari lembaga-lembaga tersebut bisa berujung pada pencopotan Paetongtarn dari jabatannya. Paetongtarn kini menghadapi ancaman nyata dari oposisi, tekanan publik, hingga kemungkinan mosi tidak percaya dalam sidang parlemen mendatang. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.