Rakyat Brasil Marah ke Basarnas karena Lambat Menyelamatkan Pendaki Brasil yang Jatuh di Rinjani
📅 Selasa, 24 Jun 2025, 16:25 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Saat ini rakyat Brasil marah kepada Basarnas karena mereka menuduh Basarnas lambat dalam menolong warga negara Brasil bernama Julia yang jatuh di Gunung Rinjani, Lombok, NTB. Mereka minta Presden Prabowo membantu cepat menolong korban. Mereka marah melalui medsos.
Warga Brasil melihat video bahwa saat terjatuh, Julia masih bergerak. Namun karena lambat menolong, Julia tidak lagi bergerak. Petugas gabungan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan TNI-Polri melakukan evakuasi terhadap Julia. Pada Hari Sabtu (21/6), Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nicolas Oesman menyatakan, "Korban masih dalam keadaan selamat."
Peristiwa itu bermula ketika korban bersama rekannya berjumlah enam orang berangkat dari kantor TNGR untuk melakukan pendakian ke Gunung Rinjani menuju Pos Pelawangan Sembalun, pada Jumat (20/6). Pada Sabtu, dini hari, korban didampingi pemandu wisata melakukan perjalanan menuju puncak Gunung Rinjani.
"Dalam perjalanannya di cemara Nunggal Gunung Rinjani korban mengalami kelelahan dan pemandu menyarankan korban untuk istirahat," katanya. Pemandu wisata tersebut melanjutkan perjalanan bersama lima teman korban menuju puncak Rinjani. Karena korban lama tidak kunjung datang, pemandu kembali ke bawah, ke tempat korban beristirahat.
"Setelah tidak menemukan korban di tempat beristirahat, dilakukan pencarian," katanya. Saat dilakukan pencarian, pemandu melihat cahaya senter korban di bawah tebing dengan kedalaman sekitar 200 meter ke arah Danau Segara Anak. Pemandu curiga bahwa cahaya senter tersebut milik korban. "Pemandu memastikan bahwa benar itu korban. Dialalu menghubungi TO dan pihak berwajib untuk dilakukan tindakan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tim berjumlah 11 orang telah berangkat untuk melakukan pertolongan terhadap korban, namun hingga saat ini belum diketahui luka yang dialami korban karena di lokasi kejadian tidak ada jaringan komunikasi.
"Tim diperkirakan akan tiba di Puskesmas Sembalun pada hari Minggu (22/6) dini hari melalui jalur pendakian Bawak Nao Desa Sajang, Sembalun," katanya.
Tiga Heli
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengatakan tiga helikopter disiapkan untuk mengevakuasi Julia (27). "Ada tiga heli dengan spesifikasi airlifter atau pengangkutan melalui jalur udara untuk evakuasi tersebut," kata Lalu Muhamad Iqbal di Mataram, Selasa (24/6).
Menurutnya, helikopter pertama disiapkan Mabes TNI bersama Basarnas yang akan tiba hari ini sekitar pukul 14.00 Wita di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Sementara itu, satu helikopter lainnya berspesifikasi Medivac (medical evacuation) disediakan pihak asuransi sudah berada terlebih dahulu di BIZAM.
Satu helikopter lainnya milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) berspesifikasi airlifter juga dalam posisi siaga di Sumbawa Barat.
Iqbal menegaskan telah minta evakuasi melalui jalur udara karena cuaca yang sangat tidak bersahabat. Selaini itu, lokasi WNA Brasil yang mencapai kedalaman sekitar 500 meter sangat membahayakan untuk dilakukan evakuasi secara manual. "Segala upaya akan kita lakukan untuk penyelamatan cepat," ucapnya.
Asisten II Setda Provinsi NTB Lalu Moh Faozal mengatakan pagi ini sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak. Saat ini tengah dicek menggunakan drone untuk posisi pendaki yang jatuh ke jurang.
"Sedang dipastikan koordinatnya. Sesuai arahan Pak Gubernur secepat mungkin evakuasi dilakukan," katanya. Tim SAR gabungan berhasil menemukan posisi jatuhnya Julia di sekitar titik Cemara Nunggal, Gunung Rinjani.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan korban ditemukan pada hari Senin (23/6) pukul 07.05 Wita, kurang lebih 500 meter dari titik awal jatuhnya.
"Tim SAR gabungan berhasil menemukan survivor dengan visualisasi drone thermal," ujar Hariyadi.
Berdasarkan pantauan dari drone, korban dalam kondisi tidak bergerak. Saat ini, tim SAR gabungan masih berupaya keras melakukan evakuasi terhadap WNA yang jatuh ke kedalaman ratusan meter tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!