Kementrans Bertekad Ubah Transmigrasi Jadi Penggerak Ekonomi di Indonesia Timur
📅 Minggu, 17 Mei 2026, 19:05 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mentransformasi program transmigrasi berbasis ekonomi guna menghapus stigma perpindahan penduduk secara paksa di masyarakat. Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman menegaskan pemerintah memprioritaskan transmigrasi mandiri melalui penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru nasional di kawasan.
“Program transmigrasi kini mengedepankan pendekatan ekonomi agar perpindahan penduduk berlangsung alamiah tanpa stigma pemindahan paksa. Pemerintah memprioritaskan transmigrasi mandiri melalui penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi,” kata Iftitah Sulaiman saat memberikan sambutan dalam acara sosialisasi program Transmigrasi Patriot di Jakarta Pusat, Minggu (17/5).
Menurut dia, keberhasilan program tersebut bergantung pada kehadiran sumber daya manusia unggul di kawasan transmigrasi. Karena itu, Kementrans meluncurkan program “Transmigrasi Patriot” yang melibatkan akademisi dan mahasiswa untuk melakukan riset sekaligus pengabdian di daerah.
“Tahun lalu kita menerjunkan 2.000 peneliti ke 154 kawasan transmigrasi. Tahun ini risetnya ditambah dengan pengabdian masyarakat, jadi tidak berhenti pada penelitian saja,” kata dia.
Iftitah berharap, keterlibatan kalangan kampus mampu menggerakkan ekonomi lokal sehingga masyarakat tertarik mengikuti program transmigrasi mandiri sukarela. Pemerintah menilai pendekatan ekonomi efektif menarik perpindahan penduduk tanpa membebani negara dengan biaya mobilisasi besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Keterlibatan kalangan kampus diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal sehingga masyarakat tertarik datang secara sukarela. Pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya besar memindahkan penduduk karena pertumbuhan ekonomi akan menarik masyarakat,” ujar dia.
Kementrans memfokuskan pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia Timur guna mendukung pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan nasional. Sebanyak 1.458 personel diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi terpilih sesuai arahan Bappenas memprioritaskan wilayah timur Indonesia.
“Kami memfokuskan pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia Timur untuk mendukung pembangunan nasional dan pengentasan kemiskinan. Sebanyak 1.458 personel diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi prioritas sesuai arahan Kementerian PPN/Bappenas,” ucap dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!