Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waste-to-Energy Jadi Primadona Baru, Investor Ramai-ramai Masuk Pasar Hijau

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waste-to-Energy Jadi Primadona Baru, Investor Ramai-ramai Masuk Pasar Hijau Doc: istimewa
Ket. ROSAN ROESLANI CEO Danantara - Tujuh daerah yang menjadi lokasi yaitu DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Bali, Bekasi, dan Tangerang.

JAKARTA – Proyek waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listri (PSEL) menarik minat ratusan investor karena dinilai memiliki potensi ekonomi sekaligus dampak lingkungan yang positif. Tingginya minat investor mencerminkan meningkatnya kesadaran terhadap proyek berkelanjutan, namun keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada kepastian regulasi, skema insentif, serta sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta.

Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (6/11), CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani melaporkan sebanyak 200 lebih investor dari dalam dan luar negeri telah menunjukkan ketertarikan untuk membiayai program waste-to-energy atau PSEL. Dia menambahkan proyek investasi PSEL di tujuh daerah di Indonesia itu akan masuk tahap lelang atau penawaran (bidding) kepada investor pada pekan depan.

“(Bidding) ini memang kita lakukan dalam beberapa batch (gelombang, red.), karena dari kami kan menunggu kesiapansesudah dilihat secara penuh oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan juga oleh Menko Pangan (Zulkifli Hasan). Jadi, (setelah proses itu rampung) kemudian baru diberikan kepada kami untuk bidding-nya, tendernya," kata Rosan menjawab pertanyaan wartawan usai rapat di Istana, Jakarta.

Tujuh daerah yang menjadi lokasi pembangunan proyek WTE gelombang pertama, yaitu DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Bali, Bekasi, dan Tangerang. "Tujuh daerah yang sudah disetujui, diberikan green light oleh Menko Pangan dan juga oleh (Kementerian) Lingkungan Hidup. [...] Karena, dari tujuh itu memang ketersediaan lahannya sudah ada, ketersediaan sampahnya cukup, dari infrastruktur juga jalan, maupun air juga sudah ada. Jadi, itu bisa diproses lebih lanjut," jelas Rosan.

Rosan menyambangi Istana untuk mengikuti dua rapat terbatas, pertama rapat terbatas membahas hilirisasi lintas sektor dan Kampung Nelayan Merah Putih, kemudian dalam rapat kedua, Rosan melaporkan sejumlah kinerja Kementerian Investasi dan Danantara kepada Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan terpisah, Rosan menyebut Danantara menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi di tujuh daerah itu pada Maret 2026.

Aturan Teknis

Presiden Prabowo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Baru Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan untuk memberikan aturan teknis mengenai program pengolahan sampah menjadi energi sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan sampah akhir di beberapa daerah yang telah melebihi kapasitas.

Sebuah studi menunjukkan fasilitas PSEL di wilayah Cilacap dengan kapasitas pengolahan sampah 200 ton/hari mampu menimbulkan potensi ekonomi senilai 10,95 miliar rupiah/ tahun. Sementara untuk fasilitas pengolahan 1.000 ton sampah per hari di Surabaya – Benowo Jawa Timur disebutkan potensi listriknya sekitar 10 MW.

Pemerintah menetapkan 7 wilayah prioritas untuk PSEL, dengan target agar setiap kota bisa mengelola sampah minimal 1.000 ton per hari sebagai bahan baku PSEL. Diperkirakan, potensi listrik yang dihasilkan sekitar 70 MW.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.