Perlu Perubahan untuk Cegah Krisis Demografi
📅 Jumat, 20 Jun 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiBidan menjadi salah satu penentu keberhasilan Program Keluarga Berencana (KB) dan pencegahan stunting di tingkat komunitas. Selain memberikan layanan medis, bidan juga berperan penting menjadi pendamping, edukator, serta pemberi informasi yang akurat dan aman dalam bidang kesehatan reproduksi.
Jangan bicara sumber daya manusia yang unggul kalau gizi buruk dan kematian ibu masih tinggi, karena bidanlah penjaga kualitas generasi emas kita. Tanpa mereka, mustahil kita bisa memanen bonus demografi dengan baik
Pentingnya negara menjamin kualitas kesehatan ibu dan anak di era bonus demografi, sehingga peran bidan menjadi sangat vital, untuk turut mengawal masa pranikah, kehamilan, persalinan, hingga tumbuh kembang anak.
Bidan juga berperan memastikan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Kemendukbangga/BKKBN dapat terlaksana dengan baik, mulai dari calon pengantin hingga balita, demi mendukung pencapaian bonus demografi dan Indonesia Emas 2045
Sebaiknya Anda baca juga:
Saya mengapresiasi atas dedikasi para bidan yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di seluruh pelosok negeri dan selama ini telah menjadi garda terdepan yang bekerja dengan penuh dedikasi dan komitmen.
Dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memastikan setiap ibu dan anak mendapatkan perlindungan maksimal, serta mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.
Apa manfaat program MBG untuk mencegah stunting?
Sebaiknya Anda baca juga:
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu penentu untuk mencapai target penurunan stunting sebesar 14 persen. Sasaran program MBG di seribu hari pertama kehidupan kepada ibu hamil, ibu menyusui, hingga bayi di bawah dua tahun menjadi alasan mengapa program tersebut dapat membantu penurunan stunting.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) kita untuk penurunan stunting kan 18 persen di pada 2024. Untuk 2025 diluncurkan dengan angka 19,8 persen. Tentu kita akan bekerja keras, salah satunya dengan MBG karena salah satu penyebab stunting adalah asupan gizi.
Selain MBG, salah satu program terbaik Kemendukbangga yakni Gerakan Orang Tua Cegah Stunting atau Genting yang saat ini sudah melibatkan 157 ribu anak asuh dari seluruh Indonesia.
Apakah MBG harus mencakup seluruh keluarga?
Pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencakup seluruh keluarga, utamanya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang menjadi kewenangan Kemendukbangga/BKKBN. Ini soal masa depan anak-anak kita. Jangan sampai ada keluarga yang butuh tapi luput dari perhatian kita.
Pendekatan MBG langsung menyasar kelompok rentan, sehingga dapat menekan angka stunting dan membangun generasi masa depan yang lebih sehat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!