Project Nirmala, Metahuman AI Interaktif Pertama yang Sepenuhnya Otonom
📅 Kamis, 19 Jun 2025, 20:35 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Project Nirmala
JAKARTA - Indonesia harus bersiap-siap memasuki babak baru teknologi kecerdasan buatan (AI). Perkembangan AI telah sampai pada titik yang dapat menghasilkan sebuah entitas yang memiliki persona digital yang hidup, hadir, dan dapat merespons dunia nyata secara langsung.
Persona digital ini merupakan sebuah kemajuan pesat yang menjanjikan, dari yang semula hanya menciptakan teks, visual atau suara. Salah satu diantaranya adalah Project Nirmala, metahuman AI pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara yang mampu berinteraksi secara real-time dengan publik.
Metahuman AI interaktif tersebut sepenuhnya otonom tanpa kendali manusia di balik layar.
Dikembangkan oleh Ruang Waktu, creative-tech pertama asal Indonesia, Nirmala sebelumnya telah melakukan lebih dari lima sesi live di TikTok dan YouTube, yang mana telah teruji dapat membaca dan merespons komentar secara langsung dari publik tanpa jeda, tanpa naskah, dan tanpa operator.
Kehadiran Nirmala mengajak kita memaknai lebih dalam tentang “Apakah suatu saat nanti AI akan menggantikan manusia?” pertanyaan tersebut terus membayangi perkembangan teknologi AI dunia. Terlebih lagi, menurut International Monetary Fund (IMF), keberadaan AI dinilai dapat berdampak pada 40 persen pekerjaan di seluruh dunia, menggantikan beberapa bidang pekerjaan dan melengkapi berbagai profesi lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini adalah era baru, sebuah revolusi industri. Namun, kami ingin Indonesia bukan hanya menonton dan menikmati saja, tetapi menjadi pemain utama. Jangan sampai bangsa kita sekadar berdiri di belakang para developer ternama dunia,” ujar Co-Founder Ruang Waktu, Seto Hendrianto, melalui siaran pers pada hari Kamis (19/6).
Kehadiran metahuman AI seperti Nirmala menawarkan potensi besar bagi ekosistem digital berbagai industri. Sebagai AI interaktif, Nirmala dapat berperan sebagai perwakilan brand yang selalu aktif 24/7, mendukung layanan pelanggan dengan pendekatan yang lebih personal, serta menjadi talenta digital yang bersifat skalabilitas tanpa batasan waktu dan lokasi.
Selain itu, Nirmala dapat membantu menciptakan komunikasi manusia-mesin yang lebih natural dan manusiawi, sehingga memperkuat hubungan brand dengan audiens secara berkelanjutan.
Visual AI juga berpotensi menjadi ujung tombak transformasi industri.
Di sektor retail dan e-commerce, AI dapat berperan sebagai asisten dan perwakilan digital yang siap melayani pelanggan kapan saja, di mana saja. Di industri layanan pelanggan dan hospitality, AI bisa diandalkan sebagai concierge atau resepsionis virtual.
Tidak berhenti di situ, pada bidang media dan hiburan, AI dapat tampil sebagai streamer, host, atau presenter digital, membuka peluang baru dalam penyampaian konten dan interaksi audiens.
“Kami sudah menguji Nirmala dalam beberapa kali kesempatan secara langsung. Dalam tes tersebut, kemampuan otonomnya terbukti dapat membaca dan merespons komentar penonton secara real-time tanpa intervensi manusia,” tambah Seto.
Awal Mula Project Nirmala: Dari Eksperimen ke Entitas Digital
Perjalanan Project Nirmala dimulai pada tahun 2020. Berawal dari mengeksplorasi teknologi metahuman dan potensi AI yang memiliki persona, hadirlah karakter digital bernama Demi di TikTok pada tahun 2021-2022. Project tersebut membawa bekal pelajaran yang menjadi fondasi untuk lahirnya Nirmala Kinandari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!