Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kamboja Larang Sinetron dan Impor Buah dari Thailand setelah Sengketa Perbatasan Memburuk

📅 Kamis, 19 Jun 2025, 13:13 WIB | Oleh:
Kamboja Larang Sinetron dan Impor Buah  dari Thailand setelah Sengketa Perbatasan Memburuk Doc: Istimewa
Ket. Sengketa perbatasan telah menyebabkan meningkatnya sentimen nasionalis dan tindakan saling balas oleh kedua pemerintah.

PHNOM PENH - Kamboja baru-baru ini melarang impor buah-buahan dan sayur-sayuran dari Thailand, eskalasi terbaru dalam serangkaian tindakan pembalasan yang dipicu oleh pertikaian perbatasan yang sudah berlangsung lama antara kedua negara tetangga Asia Tenggara itu.

Dari The Guardian, ketegangan meningkat pada bulan Mei ketika pasukan terlibat baku tembak di daerah perbatasan yang disengketakan, menewaskan seorang tentara Kamboja.

Insiden ini telah memicu sentimen nasionalis dan aksi saling balas oleh kedua pemerintah. Thailand telah memberlakukan pembatasan perbatasan dengan Kamboja dalam beberapa hari terakhir, sementara Kamboja telah melarang film Thailand dari TV dan bioskop, menutup pos pemeriksaan perbatasan, dan memutus pita lebar internet dari Thailand . Kedua negara telah mempersingkat masa tinggal visa bagi pengunjung bagi warga negara masing-masing.

Larangan impor buah dan sayur Thailand ke Kamboja mulai berlaku pada hari Selasa (17/6), menyusul ultimatum mantan pemimpin Kamboja Hun Sen , yang memimpin negara itu selama hampir empat dekade sebelum menyerahkan kekuasaan kepada putranya pada tahun 2023, yang mengatakan impor tersebut akan diblokir kecuali pembatasan perbatasan Thailand dicabut.

Pada hari Rabu, puluhan ribu warga Kamboja, membawa bendera nasional dan foto para pemimpin negara, turun ke jalan di Phnom Penh untuk melakukan unjuk rasa resmi guna mendukung sikap pemerintah.

Wakil Perdana Menteri Hun Many, saudara Perdana Menteri, menyampaikan kepada massa bahwa pawai tersebut merupakan “dorongan dan energi tambahan bagi pemerintah dan pasukan kita”.

“Ketika negara menghadapi ancaman atau penghinaan apa pun, rakyat Kamboja tidak akan tinggal diam, kami akan bangkit dengan semangat bersatu,” katanya.

Kamboja telah meminta Mahkamah Internasional (ICJ) untuk menyelesaikan sengketa perbatasan. Namun, Thailand tidak menerima yurisdiksi pengadilan tersebut dan mengatakan lebih memilih menyelesaikan masalah tersebut melalui negosiasi langsung.

Perselisihan berkepanjangan ini sudah berlangsung lebih dari satu abad, saat Prancis, yang menduduki Kamboja hingga 1953, pertama kali memetakan perbatasan darat.

Perselisihan ini, selama bertahun-tahun, telah berulang kali memicu sentimen nasionalis di kedua negara. Pada tahun 2003, perusuh membakar kedutaan besar Thailand dan bisnis-bisnis Thailand di Phnom Penh setelah seorang selebriti Thailand diduga mempertanyakan yurisdiksi atas kuil Angkor Wat yang terdaftar sebagai Warisan Dunia di Kamboja.

Ketegangan terakhir kali berkobar pada tahun 2011 ketika sekitar 28 orang tewas dan puluhan ribu orang mengungsi akibat pertempuran di perbatasan.

Tentara Thailand dan Kamboja mengatakan mereka bertindak untuk membela diri dalam baku tembak di bulan Mei.

Kamboja telah meminta ICJ untuk memutuskan empat wilayah perbatasan yang disengketakan. Wilayah ini meliputi Mom Bei atau Chong Bok, wilayah tempat perbatasan Thailand, Kamboja, dan Laos bertemu, dan yang menjadi lokasi bentrokan bulan lalu, serta tiga kuil kuno.

"Pemerintah kerajaan Kamboja akan melaksanakan tugas ini dengan tekad yang kuat dan tanggung jawab yang tinggi untuk melindungi integritas wilayah kami dan kepentingan terbaik rakyat Kamboja," kata Perdana Menteri Hun Manet dalam sebuah pernyataan awal minggu ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.