Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gelombang Panas Laut Menyebar Global

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 01:00 WIB | Oleh:

Penelitian awal mengenai kematian massal akibat gelombang panas laut, bahkan sebelum fenomena ini diberi nama, banyak berasal dari Mediterania. Wilayah laut ini memanas tiga hingga lima kali lebih cepat dari lautan pada umumnya.

Joaquim Garrabou, seorang ahli ekologi konservasi laut di Institut de Ciencies del Mar di Barcelona, Spanyol, mulai mendalami peristiwa ini setelah menyaksikan kematian spons dan karang secara massal pada tahun 1999.

Ia dan para ilmuwan lain meyakini bahwa dengan adanya perubahan iklim, kematian massal semacam ini akan terulang kembali. "Kenyataannya bergerak lebih cepat dari yang kita duga," ujarnya. "Memiliki peristiwa kematian massal ini adalah hal normal yang baru, bukan sesuatu yang jarang terjadi, yang seharusnya terjadi."

Pada tahun 2012, gelombang panas laut di Teluk Maine menyoroti risiko yang ditimbulkan oleh peristiwa ini terhadap perikanan.

Populasi udang Utara menurun dari sekitar 27,25 miliar pada tahun 2010 menjadi 2,8 miliar dua tahun kemudian, menurut pemodelan yang dilakukan oleh Komisi Perikanan Laut Negara Bagian Atlantik AS’.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.