Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

8.082 Warga Ogan Komering Ulu Timur Kini Terlindungi JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan, Termasuk Guru Ngaji, Marbot, dan Petani

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 13:05 WIB | Oleh:
8.082 Warga Ogan Komering Ulu Timur Kini Terlindungi JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan, Termasuk Guru Ngaji, Marbot, dan Petani Doc: antara foto
Ket. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) OKU Timur Elfian Syawal

MARTAPURA - Sebanyak 8.082 warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan (Sumsel), kini terlindungi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) OKU Timur Elfian Syawal mengatakan pemberian fasilitas jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan upaya negara untuk menjamin keselamatan kerja bagi seluruh pekerja di wilayah itu.

“Hal itu dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti kecelakaan kerja,” katanya di Martapura, Rabu (18/6).

Dia mengatakan 8.082 warga yang mendapat perlindungan JKK dan JKM tersebut mulai dari kalangan pekerja rentan, seperti marbot, guru ngaji termasuk buruh lepas, petani kecil, dan pekerja informal.

Mereka tercatat sebagai penerima manfaat Program JKK dan JKM yang sepenuhnya dibiayai oleh Pemkab OKU Timur.

Setiap bulannya, kata dia, Pemkab OKU Timur menggelontorkan subsidi sebesar Rp16.800 per peserta atau dengan total anggaran mencapai Rp1,6 miliar per tahun yang disalurkan langsung ke BPJS Ketenagakerjaan.

Program JKK dan JKM ini bekerja sama dengan empat rumah sakit di Kabupaten OKU Timur meliputi RSUD Martapura, RSUD OKU Timur, RSI Taqwa Belitang, dan RS Charitas Belitang, dimana semuanya difaslitasi kelas 1.

"Jika pasien berobat di klinik, maka harus membayar terlebih dahulu menggunakan dana pribadi dan nantinya dapat di klaim di BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

Dia menjelaskan Program JKK merupakan jaminan sosial yang melindungi pekerja dari risiko kecelakaan atau penyakit akibat kerja yang meliputi perawatan, santunan, dan tunjangan cacat.

Sedangkan Program JKM dengan memberikan santunan kematian kepada keluarga atau ahli waris pekerja yang meninggal dunia, baik karena kecelakaan kerja maupun bukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekspor Mebel dan Kerajinan Ditargetkan Meningkat

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Ekspor Mebel dan Kerajinan ...

Jamu Didorong Menembus Pasar Global

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Jamu Didorong Menembus Pasa...

Perkembangan Investasi Pusat Data di Batam

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Perkembangan Investasi Pusa...
Luar Negeri
Xi: Tiongkok Dukung Myanmar...
Luar Negeri
Negara G7 Desak Russia Akhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.