Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Revitalisasi Tambak: Solusi Pengangguran yang Terlupakan?

📅 Senin, 16 Jun 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Revitalisasi Tambak: Solusi Pengangguran yang Terlupakan? Doc: ANTARA/HO-Humas KKP
Ket. Salah satu budi daya perikanan tambak di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa.

JAKARTA – Program revitalisasi tambak sangat penting karena memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas perikanan budidaya, pendapatan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan. Revitalisasi juga dapat mendukung hilirisasi perikanan dan ketahanan pangan nasional.

Revitalisasi tambak juga membutuhkan sinergi antar kementerian/ lembaga, serta dukungan dari pemerintah daerah untuk memastikan keberhasilan program secara berkelanjutan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan program revitalisasi tambak di wilayah pantai utara (pantura) berpotensi menyerap hingga 119.100 tenaga kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir dan kesejahteraan masyarakat pembudi daya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tinggal Hermawan menyebutkan, luas lahan tambak yang akan direvitalisasi mencapai sekitar 20.413,25 hektare sebagai bagian dari transformasi budi daya nasional.

"Program ini diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 119.100 orang di sektor hulu, on farm hingga hilir,” kata Tinggal di Jakarta, Senin (16/6).

Menurut dia, program tersebut diperkirakan menciptakan lapangan kerja yang tersebar dari sektor hulu, proses budidaya hingga aktivitas hilir perikanan di kawasan tambak.

Ia menuturkan, program itu akan memberikan dampak besar terhadap transformasi sistem budidaya di kawasan tersebut.

Sebagian besar lahan yang menjadi target revitalisasi sebelumnya merupakan tambak idle atau tidak produktif, sistem budidayanya masih tradisional, tidak memiliki tandon maupun instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta memiliki tingkat produktivitas yang sangat rendah.

Melalui revitalisasi itu, kata Tinggal, kawasan tambak akan dikembangkan menjadi pusat budidaya perikanan berkelanjutan dan bernilai tinggi, khususnya untuk komoditas unggulan seperti ikan nila salin di berbagai wilayah Pantura.

"Melalui program ini, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi area budidaya perikanan yang bernilai tinggi dan berkelanjutan,” kata Tinggal.

Program tersebut diupayakan tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya saing tinggi.

"Revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta mendukung kebijakan swasembada dan ketahanan pangan hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif," kata Tinggal.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut program revitalisasi tambak pantura sebagai salah satu strategi penyokong program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah pusat.

Program tersebut diyakini dapat menggeliatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat karena nila salin termasuk komoditas perikanan dengan sarapan pasar cukup tinggi, baik itu domestik maupun di pasar global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.