Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Identifikasi 30 Ribu Hektare Tambak Budidaya Terdampak Banjir di Aceh

📅 Jumat, 09 Jan 2026, 14:28 WIB | Oleh: Tim Redaksi
KKP Identifikasi 30 Ribu Hektare Tambak Budidaya Terdampak Banjir di Aceh Doc: istimewa
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (dua dari kiri) bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (dua dari kanan) saat meninjau lokasi budidaya terdampak banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kab. Pidie Jaya, Aceh, Kamis (8/1)

ACEH - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi sekitar 30 ribu hektare tambak budidaya perikanan rusak imbas banjir besar yang melanda Aceh beberapa waktu lalu. 

Kerusakan tingkatnya bervariasi, mulai ringan hingga sangat berat, mengakibatkan lebih dari 30 ribu pembudidaya mengalami kerugian.

“Tidak hanya di Pidie Jaya, yang dilaporkan seluruh Aceh ada sekitar 30 ribu hektare,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau lokasi budidaya terdampak banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (8/1).

Selain di Pidie Jaya, Menko Zulhas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono hari ini, Jumat (9/1) juga meninjau lokasi budidaya perikanan terdampak di Kabupaten Bireun, dan Aceh Utara.

Menteri Trenggono merinci, tambak yang mengalami kerusakan imbas banjir terjadi di 16 kabupaten/kota di Aceh. Kabupaten Aceh Utara menjadi yang paling terdampak dengan luasan lebih dari 10 ribu hektare disusul Kabupaten Bireun (4,9 ribu hektare) dan Aceh Tamiang (3,4 ribu hektare).

Tambak-tambak rusak berada di wilayah daratan dan juga pesisir dengan komoditas yang dikembangkan seperti udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, serta patin. 

“Kami sudah melakukan identifikasi. Tambak terdampak yang rusaknya sangat berat ada sekitar 300an hektare, sisanya didominasi kerusakan ringan hingga berat” ungkap Menteri Trenggono.

Sebagai informasi, tambak rusak imbas banjir besar disertai longsor beberapa waktu lalu menimpa hampir seluruh wilayah Aceh. Tingkat kerusakan bervariasi bahkan sampai ada yang rata dengan tanah karena tergenang lumpur yang dibawa banjir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.