Gubernur Pramono Tinjau Sistem Lalu Lintas Berbasis AI di Dishub DKI Jakarta
📅 Rabu, 11 Jun 2025, 18:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: istimewa
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, meninjau sistem manajemen lalu lintas berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Intelligent Traffic Control System (ITCS), Rabu (11/6). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi lalu lintas di Ibu Kota.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Pramono memantau langsung kondisi lalu lintas di seluruh wilayah Jakarta yang dapat dilihat secara real-time melalui sistem ITCS. Ia juga berdialog dengan jajaran Dishub terkait cara kerja dan pengoperasian sistem tersebut saat pemantauan berlangsung.
"Secara singkat, saya melihat sistem ini sudah cukup baik, hanya memang ada yang perlu dioptimalkan. Laporan dari Dishub menyebutkan bahwa sejak dipasangnya ITCS, Jakarta mengalami perubahan peringkat tingkat kemacetan dunia, yakni dari urutan ke-30 kota termacet menjadi urutan ke-90, berdasarkan TomTom Traffic Index. Artinya, terdapat perubahan peringkat sebanyak 60 poin yang luar biasa. Ke depan, kita akan perbaiki dan optimalkan sistem ini," ujar Gubernur Pramono.
Gubernur Pramono juga menyinggung persoalan kemacetan akibat proyek pembangunan yang berlangsung di beberapa ruas jalan. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menertibkan proyek-proyek tersebut serta mempercepat pengerjaannya agar tidak menambah beban lalu lintas di Jakarta.
"Saya sudah meminta agar penggalian yang bersifat jangka panjang—bahkan ada yang sempat viral karena proyeknya belum dilanjutkan dan sebagainya—dapat ditertibkan. Kita juga akan berkoordinasi dengan kementerian terkait, supaya pekerjaan seperti ini yang belum dilanjutkan sebaiknya dibuka kembali agar tidak menimbulkan kemacetan," jelas Gubernur Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur Pramono turut memberikan apresiasi terhadap kinerja Dishub DKI Jakarta atas pengembangan dan penerapan ITCS. Menurut laporan Dishub, sistem ini telah dipasang di 65 titik persimpangan jalan protokol dari total 321 titik, dan ke depannya akan terus diperluas secara bertahap.
"Dengan ketersediaan sistem yang telah terpasang saat ini saja, hasilnya sudah dapat dirasakan secara signifikan oleh masyarakat. Kita sudah mengetahui akar masalah sebenarnya terkait kemacetan di Jakarta. Secara bertahap, perlahan kita penuhi. Inilah yang akan terus kita siapkan ke depannya," pungkas Gubernur Pramono.
ITCS merupakan sistem berbasis AI yang mampu memantau dan mengatur arus lalu lintas secara otomatis dan real-time. Teknologi ini mencakup fitur Recognition System yang dapat mengenali jenis kendaraan, pelat nomor, serta pelanggaran lalu lintas, dan Predictive System yang mampu memprediksi volume kendaraan serta mengatur durasi lampu hijau secara optimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain menekan kemacetan, ITCS juga berdampak positif terhadap pengurangan emisi karbon dan konsumsi bahan bakar minyak. Sistem ini juga dirancang untuk diintegrasikan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) guna memperkuat penegakan hukum di bidang lalu lintas.
Penerapan ITCS merupakan implementasi dari Sistem Manajemen Transportasi Cerdas sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Transportasi Cerdas di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pemprov DKI Jakarta menargetkan perluasan sistem ini secara bertahap untuk menjangkau seluruh titik simpang jalan yang strategis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!