Kerukunan Menjadi Agenda Nomor Satu Kabupaten Banyuwangi
📅 Minggu, 01 Jun 2025, 13:21 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen tegas dalam mendukung setiap kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama. Kerukunan adalah agenda utama.
Salah satunya, umat Buddha Banyuwangi saat merayakan Dharmasanti Waisak 2569 BE dengan penuh sukacita yang dipusatkan di Vihara Dharma Santi, Desa Kandangan, Pesanggaran, pada Sabtu (31/6). Acara dihadiri para Banthe, Bikkhu, perwakilan majelis dan ormas keagamaan Buddha serta umat Buddha dari berbagai vihara se-Banyuwangi.
"Banyuwangi adalah rumah bagi berbagai keyakinan yang hidup berdampingan secara damai, keberagaman adalah kekuatan kita, dan perayaan seperti Waisak adalah wujud nyata indahnya toleransi yang selama ini kita jaga bersama," kata Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Banyuwangi, Minggu.
Sejumlah tokoh agama lain dan perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuwangi juga hadir, menunjukkan soliditas kerukunan di "Bumi Blambangan" itu. Dharmasanti Waisak merupakan acara silaturahmi dan kebersamaan umat Buddha setelah merayakan Hari Raya Tri Suci Waisak.
Mujiono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan semangat kebersamaan. Mantan Sekda Pemkab Banyuwangi itu juga menekankan pentingnya perayaan keagamaan sebagai momentum untuk mempererat tali kekeluargaan antarumat beragama di Banyuwangi.
"Waisak adalah hari suci yang penuh makna, mengajarkan kita tentang kasih sayang, kedamaian dan kebijaksanaan, nilai-nilai luhur ini sangat relevan untuk kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan penuh toleransi," kata Mujiono.
Sementara itu, Ketua PC Magabudhi Banyuwangi Sumardiyanto mengungkapkan Trisuci Waisak merupakan hari suci yang memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Pangeran Siddhartha Gautama, yaitu hari kelahiran, pencapaian pencerahan agung sebagai Buddha, dan hari wafatnya.
"Perayaan ini diwarnai dengan berbagai ritual, seperti puja bakti, meditasi, dan prosesi pradaksina mengelilingi altar dengan hormat," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!