Siang Berubah Jadi Malam, Spanyol Diguncang Fenomena Gerhana Matahari Total
📅 Kamis, 13 Agu 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim PenulisBURGOS, Spanyol – Siang hari sejenak berubah menjadi malam di Spanyol pada Rabu (12/8), ketika negara tersebut menyaksikan gerhana matahari total pertama dalam lebih dari satu abad. Fenomena alam spektakuler itu membuat sejumlah wilayah Spanyol diselimuti kegelapan dalam suasana yang menakjubkan.
Cahaya samar korona terluar Matahari yang berkilauan di tepi bayangan Bulan memukau kerumunan besar yang menyaksikannya. Sorak-sorai dan tepuk tangan terdengar sekitar 90 menit setelah gerhana pertama kali terlihat di wilayah Arktik terpencil di Rusia utara.
“Ini gila!” kata seorang perempuan di Tarragona, pesisir Mediterania Spanyol, ketika kerumunan di sekitarnya bertepuk tangan meriah.
Gerhana tersebut merupakan gerhana matahari total pertama yang melintasi daratan Eropa sejak 2006. Bayangan Bulan bergerak melintasi sebagian wilayah Greenland, kemudian ke arah selatan menutupi Keflavik, sekitar 50 kilometer dari Reykjavik, ibu kota Islandia, sebelum melintasi Samudra Atlantik menuju Spanyol bagian utara.
Reykjavik sendiri terakhir kali menyaksikan gerhana matahari total pada 1433.
Di Spanyol, bayangan Bulan bergerak secara diagonal melalui jalur sempit dari pesisir utara menuju Kepulauan Balearic. Wisatawan dan warga setempat berkumpul di pantai untuk menyaksikan fenomena tersebut, banyak di antaranya mengenakan pakaian renang serta kacamata khusus pelindung mata.
“Spektakuler, sangat indah, benar-benar momen yang unik,” kata Rosa Maria Zamora, 72, yang datang menyaksikan gerhana di Colmenar Viejo, sekitar 30 kilometer sebelah utara Madrid.
Kacamata khusus untuk mengamati gerhana menjadi barang yang banyak dicari. Kerumunan besar juga memadati berbagai lokasi di Eropa untuk menyaksikan gerhana sebagian. Fenomena tersebut turut terlihat di Kanada, Amerika Serikat bagian utara, dan Afrika barat laut.
Gerhana sebagian mulai terlihat di sejumlah wilayah Spanyol utara sesaat setelah pukul 17.30 GMT atau 01.30 waktu Singapura pada 13 Agustus. Fenomena itu disambut takjub oleh kerumunan yang telah menunggu, termasuk wisatawan asal Korea Selatan yang bertepuk tangan di sebuah lapangan di Lodoso, dekat Kota Burgos, menurut reporter AFP.
“Betapa indahnya!” ujar seorang perempuan di tengah kerumunan di Colmenar Viejo.
Di puncak Pic du Midi, Pegunungan Pyrenees, Prancis, awan tebal terbelah beberapa menit sebelum gerhana terjadi sehingga pengunjung dapat menyaksikan fenomena tersebut. Gerhana juga menarik perhatian masyarakat di London, Paris, dan berbagai wilayah lain di Eropa.
Fenomena Singkat
Sepanjang sejarah manusia, gerhana matahari telah memunculkan rasa takjub, ketakutan, dan penghormatan karena fenomena tersebut seolah menghentikan sejenak siklus alam yang berlangsung normal.
Bayangan atau umbra yang terbentuk akibat posisi Matahari dan Bulan yang sejajar menciptakan suasana senja yang tidak biasa. Suhu udara menurun, bayangan benda terlihat dengan sudut yang berbeda, dan sejumlah hewan mulai beristirahat.
Namun, fenomena tersebut berlangsung sangat singkat, hanya beberapa menit. Menurut Observatorium Paris, bayangan Bulan bergerak melintasi permukaan Bumi dengan kecepatan sekitar 3.430 kilometer per jam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!