Guillermo del Toro Hidupkan Frankenstein Versi Baru: Adaptasi Emosional Kisah Klasik Mary Shelley Tayang November di Netflix
📅 Minggu, 01 Jun 2025, 17:35 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: ComicBook
JAKARTA - Kisah horor legendaris Frankenstein karya Mary Shelley akan kembali dihidupkan dalam versi yang sama sekali baru tahun ini, dan kali ini di bawah arahan sutradara pemenang Oscar, Guillermo del Toro. Netflix secara resmi mengumumkan bahwa film ini akan tayang pada bulan November, dengan trailer perdana yang dirilis saat ajang Tudum 2025. Adaptasi ini diposisikan sebagai salah satu rilisan terbesar layanan streaming tersebut tahun ini.
Film Frankenstein ini menandai kolaborasi impian antara kisah klasik Shelley dan gaya sinematik khas del Toro yang penuh emosi, keindahan visual, dan kedalaman karakter. Dalam adaptasi ini, Oscar Isaac memerankan sang dokter utama yang terobsesi pada proyek penciptaan kehidupan baru dari kematian, sementara Jacob Elordi tampil sebagai sosok Monster Frankenstein, yang menurut novel aslinya jauh lebih kompleks dan fasih daripada interpretasi film-film sebelumnya.
Guillermo del Toro menjelaskan bahwa film ini bukanlah horor murni, melainkan sebuah kisah yang sangat emosional dan personal. “Untuk pertama kalinya, saya mempertimbangkan apakah film ini benar-benar memiliki adegan yang menakutkan. Bagi saya, film itu adalah kisah yang emosional. Cerita itu sangat personal. Saya mengajukan pertanyaan tentang menjadi seorang ayah, menjadi seorang anak... Saya tidak akan membuat film horor — sama sekali. Saya tidak mencoba melakukan itu,” ujar del Toro saat berbicara di Festival Film Cannes awal bulan ini.
Deretan aktor ternama turut memperkuat film ini, termasuk Mia Goth, Ralph Ineson, Christoph Waltz, Charles Dance, Burn Gorman, dan David Bradley. Beberapa di antaranya telah bekerja sama sebelumnya dengan del Toro, seperti Bradley yang mengisi suara Geppetto dalam film animasi Pinocchio karya del Toro yang memenangkan Oscar. Kolaborasi ini menandakan kesinambungan artistik dalam proyek-proyek Netflix garapan sang sutradara.
Komposer kenamaan Alexandre Desplat, yang akan menangani skor musik untuk film ini, menyatakan bahwa musik Frankenstein kali ini akan mengikuti irama emosional yang mendalam, bukan ketegangan mencekam. “Sinema Guillermo sangat liris, dan musik saya juga agak liris. Jadi saya pikir musik Frankenstein akan menjadi sesuatu yang sangat liris dan emosional… Saya tidak mencoba menulis musik yang mengerikan,” ungkap Desplat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berbeda dengan banyak adaptasi sebelumnya, versi Frankenstein ini disebut-sebut lebih setia pada buku asli, yang tidak hanya menggambarkan monster sebagai makhluk mengerikan, tetapi juga sebagai sosok yang cerdas, reflektif, dan penuh perasaan. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan kedalaman baru pada narasi klasik yang telah diinterpretasikan dalam berbagai bentuk selama hampir dua abad.
Kehadiran Frankenstein karya Guillermo del Toro di Netflix menjadi penantian yang sangat dinantikan oleh para penggemar film, sastra klasik, maupun penikmat karya-karya del Toro sendiri. Dengan jajaran pemain papan atas, visi artistik yang kuat, serta pendekatan naratif yang lebih manusiawi, film ini berpotensi menjadi salah satu karya adaptasi terbaik dari novel Frankenstein, sekaligus menjadi momentum penting dalam genre drama gotik kontemporer.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!