Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Layanan Darurat Surabaya Naik Level, Petugas Dibekali Kemampuan Hadapi Laporan Psikologis

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 00:08 WIB | Oleh:
Layanan Darurat Surabaya Naik Level, Petugas Dibekali Kemampuan Hadapi Laporan Psikologis Doc: Antara foto/HO-Pemkot Surabaya
Ket. Arsip - Suasana kerja Call Center 112 Pemkot Surabaya.

SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya membekali petugas penerima panggilan darurat (call taker) layanan Command Center 112 Surabaya kemampuan untuk menghadapi laporan krisis psikologis supaya bisa ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya Linda Novanti di Surabaya, Selasa, mengatakan layanan Command Center 112 Surabaya tidak hanya mengandalkan kecepatan dalam menerima laporan warga.

"Call taker memiliki peran penting sejak laporan pertama kali diterima. Mereka tidak hanya mencatat informasi dari warga, tetapi juga melakukan asesmen awal untuk mengetahui kondisi dan menentukan langkah penanganan selanjutnya," katanya.

Ia mengatakan, call taker sudah dibekali Psychological First Aid (PFA) atau penanganan psikologis. Sehingga, ketika menerima laporan bisa melakukan asesmen awal, menimbang kondisinya, kemudian menentukan langkah berikutnya.

Menurut dia, call taker juga berkoordinasi dengan petugas teknis dan pos terdekat agar laporan dapat segera ditindaklanjuti. Saat menerima laporan, petugas akan menggali kondisi yang dialami warga sekaligus memastikan lokasi kejadian agar petugas lapangan dapat segera menuju titik yang tepat.

Ia menjelaskan, pendampingan terhadap warga yang menghubungi Command Center 112 juga diperkuat dengan keberadaan tenaga medis di ruang layanan. Tenaga kesehatan dapat memberikan arahan awal kepada warga mengenai tindakan yang perlu dilakukan sambil menunggu petugas datang ke lokasi.

"Tenaga nakes yang dapat memandu warga. Karena kadang warga tidak tahu harus melakukan apa. Jadi bisa diarahkan dulu, jangan panik, kemudian diberikan langkah awal sambil menunggu tenaga medis datang," tuturnya.

Command Center 112 juga mendapat dukungan psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya. Psikolog tersebut ditempatkan di ruang Command Center 112 dan bersiaga dalam tiga shift untuk membantu ketika terdapat laporan yang membutuhkan pendampingan psikologis.

"Juga ada satu orang dari DP3APPKB yang merupakan seorang psikolog. Mereka standby," ujarnya.

Keberadaan psikolog tersebut menjadi bagian dari upaya Command Center 112 memberikan penanganan yang lebih menyeluruh. Sebab, tidak semua laporan darurat hanya membutuhkan respons fisik atau pengiriman petugas ke lokasi.

"Dalam situasi tertentu, warga juga membutuhkan pendampingan dan komunikasi yang tepat agar kondisi dapat ditangani dengan tenang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Luar Negeri
Pria 61 Tahun Meninggal Aki...
Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 09 Okt...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.