Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunungkidul Bersiap Hadapi Banjir, Revitalisasi Luweng Jadi Solusi

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 00:09 WIB | Oleh:
Gunungkidul Bersiap Hadapi Banjir, Revitalisasi Luweng Jadi Solusi Doc: Antara foto /HO-Pemkab Gunungkidul
Ket. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih (empat dari kanan) bersama jajaran Pemkab Gunungkidul melakukan monitoring pengerjaan revitalisasi saluran pembuangan air bawah tanah (luweng) di Padukuhan Gebluk, Kalurahan Kenteng, Gunungkidul, Selasa (15/9).

YOGYAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan revitalisasi saluran pembuangan air bawah tanah (luweng) di Padukuhan Gebluk, Kalurahan Kenteng, untuk mengurangi risiko dan dampak banjir akibat saluran pembuangan tersumbat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto di Gunungkidul, Selasa, mengatakan revitalisasi dilakukan karena galian luweng yang digunakan sebagai saluran pembuangan air hujan tertutup lapisan tanah dan tumpukan sampah.

"Buntunya saluran luweng tersebut menjadi salah satu pemicu utama tidak lancarnya aliran air hujan di Padukuhan Gebluk hingga sempat merendam beberapa rumah warga," katanya.

Dia menjelaskan keberadaan luweng di Gunungkidul cukup membantu mengurangi dampak banjir, terlebih ketika musim hujan tiba.

Dinas PUPRKP Gunungkidul juga telah menyelesaikan revitalisasi beberapa luweng, salah satunya di Dusun Bintaos, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus.

“Proyek revitalisasi di Gebluk ini merupakan kegiatan penanganan luweng kedua, melanjutkan keberhasilan penanganan luweng di Bintaos yang terbukti efektif mengurangi dampak banjir," ujarnya.

Lurah Kenteng, Kapanewon Ponjong Citra Wijaya, menceritakan bahwa sebelum proyek tersebut terealisasi, luapan air hujan akibat saluran yang tersumbat selalu menggenangi kawasan setempat.

"Sampai lahan pertanian warga sama sekali tidak dapat ditanami tanaman pangan," katanya.

Ia menyebut genangan air tidak hanya mengganggu lahan pertanian, tetapi juga meluap ke permukiman warga.

Ia berharap, revitalisasi luweng dapat memulihkan lahan pertanian sehingga pada tahun depan dapat kembali ditanami palawija.

“Warga yang tinggal di sekitar kawasan telaga kini dapat merasa tenang dan tidur dengan nyenyak tanpa perlu khawatir akan ancaman banjir saat hujan deras turun,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...

Dibayangi Gejolak Minyak - 07 Oktober 2026

37 menit yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Dibayangi Gejolak Minyak - ...

Yusuf Susilo Hartono Pamerkan Tubuh Urban

1 jam lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Yusuf Susilo Hartono Pamerk...
Advertisement
Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.