Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lumbung Pangan Digenjot, Mentan Incar Lonjakan Produksi Beras Tahun Depan

📅 Sabtu, 31 Mei 2025, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lumbung Pangan Digenjot, Mentan Incar Lonjakan Produksi Beras Tahun Depan Doc: ANTARA/M. Sahbainy Nasution
Ket. Arsip Foto - Petani melakukan pemotongan padi di Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

JAKARTA - Peningkatan produksi beras nasional dapat meningkatkan ketahanan pangan, yaitu kemampuan negara untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya sendiri. 

Dengan produksi beras yang mencukupi, harga beras dapat lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat, sehingga tidak akan ada lonjakan harga yang dapat mengganggu kesejahteraan masyarakat. 

Peningkatan produksi beras dapat mengurangi ketergantungan pada impor beras, sehingga dapat mengurangi beban anggaran negara dan memperkuat ekonomi dalam negeri. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membidik peningkatan produksi beras pada 2026 menjadi 5 juta ton, dari target 2025 sebesar 3 juta ton, dengan syarat sistem irigasi pada dua juta hektare lahan pertanian tuntas.

“Kalau irigasi yang dua juta hektare selesai, mudah-mudahan (naik jadi 5 juta ton). Kan saat ini target produksi berasnya 3 juta,” ucap Amran dalam acara syukuran 4 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP), di Jakarta, Jumat (30/5).

Apabila proyek pembangunan dan normalisasi jaringan irigasi seluas 2 juta hektare bersama Kementerian Pekerjaan Umum berjalan dengan lancar, Amran memastikan akan ada peningkatan produksi beras nasional.

Terkait dengan target produksi beras 3 juta ton pada 2025, Amran optimistis target tersebut dapat tercapai. Dalam 5 bulan, lanjut dia, Indonesia sudah berhasil memproduksi 2,4 juta ton beras atau 80,26 persen dari target.

“Sekarang sudah 80 persen, tetapi masih ada waktu 7 bulan (untuk mencapai target),” kata Amran.

Bahkan, tidak hanya mencapai target produksi sebesar 2,4 juta ton beras, Amran yakin produksi beras bahkan melebihi target yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini, berdasarkan laporan real-time per Jumat, 30 Mei 2025 pukul 11.38 WIB, serapan setara beras oleh Bulog telah mencapai 2.407.863 ton, dan total stok beras nasional resmi tercatat sebesar 4.001.279 ton.

Dengan demikian, dari 4 juta ton stok beras nasional, sebesar 1.593.416 juta ton beras berasal dari luar negeri atau impor. Serapan Bulog sebesar 2.407.257 ton tersebut merupakan angka tertinggi dalam sejarah sejak lembaga itu berdiri pada tahun 1969.

Amran menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari gagasan besar presiden yang secara konsisten mendorong berbagai kebijakan strategis melalui penerbitan Instruksi Presiden (Inpres), mulai dari reformasi distribusi pupuk, hingga penguatan peran penyuluh pertanian.

Seluruh kebijakan ini, kata Amran, diarahkan untuk memperkuat produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Saat ini Bulog telah menyewa gudang 1,4 juta ton dan sudah hampir penuh. Dulu tidak sewa saja tidak penuh,” ucap Amran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.