Presiden Prabowo Kasih Restu, Beras RI Siap Tembus Pasar Malaysia
📅 Kamis, 29 Mei 2025, 20:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Ekspor beras dapat meningkatkan reputasi Indonesia sebagai produsen beras yang andal dan berkualitas. Stok beras yang melimpah dapat digunakan untuk menjaga stabilitas harga di pasar domestik, terutama saat terjadi fluktuasi produksi.
Indonesia dapat membantu negara lain yang mengalami krisis pangan dengan mengekspor beras. Ekspor beras dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara dan perekonomian secara keseluruhan.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan "lampu hijau" terhadap rencana ekspor komoditas beras Indonesia ke Malaysia.
"Sudah, sudah, sudah (Pak Presiden sudah ngasih lampu hijau ekspor beras ke Malaysia)," kata Wamentan ditemui di sela Rapat Pembahasan Potensi dan Strategi Pengembangan Budidaya Komoditas Pertanian di Jakarta, Rabu (28/5).
Dia menyampaikan hal itu ketika dikonfirmasi awak media mengenai rencana ekspor beras ke Malaysia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sudaryono menjelaskan komunikasi dengan pihak Malaysia sudah dilakukan, termasuk bertemu langsung dengan pengusaha asal negara tersebut yang menyatakan minat untuk mengimpor beras dari Indonesia.
Ia menyebutkan Presiden telah memberikan lampu hijau dan saat ini pemerintah hanya tinggal menunggu kesiapan dan mekanisme dari pihak Malaysia untuk memulai ekspor.
Menurut Sudaryono, pengusaha Malaysia menyampaikan kebutuhan beras sebanyak 2.000 ton per bulan, dan jumlah tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan pasokan dari Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kemarin bilangnya begitu, tapi kita lihat, kemarin bilang sama saya, ya kebutuhannya 2.000 ton sebulan," ucapnya.
Sudaryono menegaskan pemerintah siap menjalankan ekspor sesuai instruksi Presiden, dan saat ini bola ada di tangan pemerintah Malaysia untuk memulai kerja sama tersebut.
Ia juga menyebutkan pembahasan tidak dilakukan pada forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), namun telah berlangsung secara intensif di tingkat kementerian dan lintas pemangku kepentingan terkait.
Wamentan memastikan Indonesia akan mengikuti mekanisme kerja sama sesuai prosedur yang disepakati dan menunggu tindak lanjut dari Malaysia sebelum pengiriman dilakukan secara resmi.
"Oh nggak di KTT (pembicaraan ekspornya), di level menteri kan sudah bicara. Ini lagi dibicarakan ya, lagi proses," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan tentang keinginan Malaysia untuk mengimpor beras dari Indonesia karena harga beras di Negeri Jiran yang tinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!