Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Kena Imbas! Aksi Profit Taking Bikin Nilai Tukar Lunglai

📅 Senin, 26 Mei 2025, 17:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Kena Imbas! Aksi Profit Taking Bikin Nilai Tukar Lunglai Doc: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Ket. Petugas menyusun yang dolar AS dan rupiah di salah satu kanto cabang bank di Bekasi, Jawa Barat.

JAKARTA - Rupiah tertekan awal pekan ini seiring aksi profit taking investor di pasar saham. Penguatan rupiah dalam beberapa waktu terakhir mendorong investor akan menjual aset berdenominasi rupiah untuk mengamankan keuntungan dari kenaikan nilai. 

Ketika investor menjual aset, pasokan pasar meningkat sehingga penawaran rupiah ikut naik. Meningkatnya penawaran rupiah menyebabkan kurs mata uang Garuda turun karena investor akan mencari mata uang lain untuk investasi. 

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Senin (26/5), di Jakarta melemah sebesar 32 poin atau 0,19 persen menjadi Rp16.249 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.218 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi aksi profit taking di pasar saham.

“(Pelemahan rupiah) dari domestik dipengaruhi oleh aksi profit taking di pasar saham terkait dengan hari kerja yang lebih pendek dalam minggu ini,” ujarnya di Jakarta, Senin (26/5).

Menurut dia, indeks bursa sudah melesat tinggi dari posisi terendahnya pada tahun ini, sehingga investor hanya merealisasikan keuntungan saja.

Di sisi lain, pernyataan hawkish dari Federal Reserve (The Fed) terkait ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) juga mempengaruhi kurs rupiah

“Ada kekhawatiran dari The Fed jika kebijakan tarif Trump akan mengakibatkan inflasi dan tingkat pengangguran yang tinggi,” ucap Rully.

Senada, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menyampaikan bahwa The Fed mengkhawatirkan ketidakpastian ekonomi.

“Kashkari (Federal Reserve Bank of Minneapolis President Neel Kashkari) mengatakan Fed tidak mungkin mengubah suku bunga pada bulan September,” ucapnya dalam keterangan resmi.

Selain itu, penjualan obligasi pemerintah AS dilakukan secara terus-menerus, sehingga pasar tetap waspada terhadap kesehatan fiskal AS yang memburuk dan kenaikan tingkat utang.

"Kashkari dari Fed memperingatkan risiko stagflasi dari tarif Trump," kata dia.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin justru menguat ke level Rp16.207 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.289 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.