Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Terpukul! Ultimatum Trump ke Iran Bikin Pasar Keuangan Guncang

📅 Senin, 06 Apr 2026, 18:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Terpukul! Ultimatum Trump ke Iran Bikin Pasar Keuangan Guncang Doc: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dollar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan refleksi dari meningkatnya risiko geopolitik global. Pernyataan keras Donald Trump yang mengancam Iran agar membuka Selat Hormuz justru mempertebal sentimen “risk-off” di pasar keuangan.

Secara analitis, ada dua jalur transmisi utama. Pertama, ancaman konflik dan potensi gangguan di Selat Hormuz—jalur vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia—mendorong lonjakan harga energi secara tajam. Lonjakan ini meningkatkan ekspektasi inflasi global dan memperbesar tekanan terhadap negara importir energi seperti Indonesia.

Kedua, ketidakpastian geopolitik membuat investor global cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven seperti dolar AS.

Aliran modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, kemudian menekan nilai tukar rupiah. Hal ini tercermin dari pergerakan rupiah yang sempat melemah hingga kisaran Rp17.000 per dolar AS di tengah eskalasi tensi AS–Iran.

Dengan kombinasi tekanan harga minyak dan arus modal keluar, rupiah menjadi rentan terhadap pelemahan lanjutan. Selama konflik dan retorika politik terkait Iran belum mereda, volatilitas rupiah diperkirakan masih tinggi dan sensitif terhadap setiap perkembangan baru di kawasan tersebut.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Senin (6/4), melemah 55 poin atau 0,32 persen menjadi Rp17.035 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan ini seiring fokus investor pada tenggat waktu ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

"Presiden Trump pada Minggu (5/4/2026) memperingatkan bahwa Iran harus membuka kembali Selat Hormuz paling lambat hari Selasa (7/4/2026), menunjukkan bahwa tenggat waktu pukul 8 malam waktu bagian timur telah ditetapkan untuk lalu lintas kapal tanker agar dapat kembali beroperasi melalui jalur air strategis tersebut,” ucapnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Di platform Truth Social, Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran apabila tak membuka Selat Hormuz.

Namun, Juru Bicara Presiden Iran Seyyed Mohammad Mehdi Tabatabaei mengatakan transit melalui selat tersebut hanya dapat dilanjutkan jika sebagian pendapatan dialokasikan untuk mengompensasi Iran atas kerusakan terkait perang.

Ancaman tersebut menghidupkan kembali kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di Teluk, selagi pengiriman barang tetap sangat terbatas selama beberapa pekan terakhir.

"Meningkatnya kembali harga minyak mentah juga memperkuat kekhawatiran inflasi bagi pasar keuangan, dengan biaya energi yang lebih tinggi diperkirakan akan menekan sektor transportasi, manufaktur, dan konsumen secara global jika Selat tetap diblokir," ujar Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.037 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.015 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.