Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarah Tercipta, Lebanon-Israel Sepakat Damai, Donald Trump: Ini Ruang Bernapas Baru

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 02:50 WIB | Oleh:
Sejarah Tercipta, Lebanon-Israel Sepakat Damai, Donald Trump: Ini Ruang Bernapas Baru Doc: ANTARA/Murat Şengül
Ket. Ilustrasi - Anak-anak berusaha melindungi diri dari debu dan asap dari reruntuhan akibat serangan udara Israel di kawasan Corniche al-Mazraa, Ibu Kota Beirut, Lebanon, pada Jumat (10/4).

ISTANBUL - Pemerintah Amerika Serikat secara intensif mempercepat langkah diplomatik guna mengamankan kesepakatan gencatan senjata permanen di Lebanon sebagai jembatan menuju stabilitas kawasan Timur Tengah.

Melalui percakapan telepon dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan komitmen Washington untuk bertindak sebagai mediator aktif dalam memulihkan perdamaian dan keamanan. Langkah ini menjadi krusial setelah Presiden Donald Trump menyatakan harapannya untuk menciptakan "ruang bernapas" bagi kedua negara yang telah terjebak dalam konflik berkepanjangan selama lebih dari tiga dekade.

Rubio menekankan bahwa AS akan terus melanjutkan upaya diplomatiknya untuk mencapai gencatan senjata sebagai langkah menuju pemulihan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Lebanon, demikian isi pernyataan tersebut, Kamis.

Menlu Rubio juga menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap sikap yang diambil Presiden Aoun.

Sementara itu, Rabu (15/4), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington sedang berusaha menciptakan sedikit ruang bernapas antara Israel dan Lebanon.

"Sudah lama sejak kedua pemimpin berbicara, sekitar 34 tahun. Itu akan terjadi besok," tulis Trump di platform Truth Social.

Pengumuman tersebut menyusul pembicaraan yang dimediasi AS, pada Selasa (14/4), antara Lebanon dan Israel di Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, Washington. Namun, kelompok Hizbullah tidak diwakili dalam pertemuan itu dan menolak langkah-langkah tersebut.

Lebanon dan Israel pun sepakat untuk memulai negosiasi perdamaian langsung, dengan lokasi dan waktu yang akan ditentukan kemudian, di tengah situasi di mana Israel masih menduduki wilayah di Lebanon selatan.

Israel telah menduduki sebagian wilayah di Lebanon selatan itu selama beberapa dekade dan sebagian lainnya sejak perang sebelumnya pada 2023–2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Ford Dekat dengan Tiongkok,...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.